Peningkatan Keaktifan Peserta Didik dengan Metode Tutor Sebaya

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kurikulum 2013 menjadikan peserta didik tidak lagi menjadi objek pembelajaran namun sebagai subjek pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik lebih aktif dan lebih percaya diri dalam mengemukakan pendapat. Namun dalam pelaksanaannya, metode pembelajaran ini tidak berjalan dengan lancar. Malu, minder, dan takut masih menyelimuti dalam diri peserta didik. Pada akhirnya, guru pun kembali berorientasi pada metode lama yaitu guru berbicara dan murid mendengar.

Rasa malu, minder, dan takut yang dialami peserta didik salah satunya disebabkan ketidaknyamanan untuk bertanya dan berdiskusi terhadap guru. Ketidaknyamanan ini dimungkinkan karena kesenjangan umur, status, dan latar belakang antara guru dan peserta didik. Peserta didik cenderung lebih nyaman bertanya dan berdiskusi terhadap teman sebayanya. Oleh karena itu, tercipta metode pembelajaran tutor sebaya.

Metode tutor sebaya atau peer teaching merupakan metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri. Pemilihan teman yang menjadi mentor (sebutan untuk guru dalam tutor sebaya) harus memiliki beberapa kriteria. Di antaranya memiliki kemampuan akademis yang lebih di atas rata-rata dalam satu kelas, memiliki sikap toleransi, dan memiliki keinginan untuk membantu sesama. Metode ini bermanfaat untuk peserta didik yang diajar sehingga lebih mudah memahami pelajaran, karena mereka lebih leluasa bertanya pada mentor yang seumuran atau sebaya. Selain itu, bermanfaat juga untuk para mentor karena secara tidak langsung mereka belajar berbicara di depan umum, melatih kesabaran dan memiliki rasa tanggung jawab.

Baca juga:   Sambut ANBK dengan Belajar Laptop bersama Tutor Sebaya

Metode ini coba diterapkan pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Dalam pelajaran ini, ditemukan banyak materi menyangkut dalil-dalil Al-Qur’an, yang mana materi ini dirasa cukup sulit dipahami. Ketidakmampuan guru dalam menjelaskan juga turut menyulitkan peserta didik. Oleh karena itu, metode ini cocok diterapkan pada pelajaran PAI BP. (pgn1/ton)

Guru PAI BP SMK N 4 Kendal

Author

Populer

Lainnya