Metode E-Learning Tingkatkan Prestasi dan Partisipasi Siswa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BANYAK ahli yang mendefinisikan e-learning sesuai dengan sudut pandangnya. Karena e-learning kepanjangan dari elektronik learning, ada yang menafsirkan e-learning sebagai bentuk pembelajaran yang memanfaatkan tehnologi elektronik. Yakni, radio, televisi, film, komputer, internet, dan lainnya. Ada pula yang menafsirkan e-learning sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang dilakukan melalui media internet.

Rosenberg (2001) menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan tehnologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Rosenberg mengategorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam e-learning, yaitu, pertama, e-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi. Persyaratan ini sangatlah penting dalam e-learning, sehingga Rosenberg menyebutnya sebagai persyaratan absolut. Kedua, e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar tehnologi internet. Ketiga, e-learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang mengungguli paradigma tradisional dalam pelatihan.

Jadi e-learning merupakan bentuk pembelajaran konvensional yang dituangkan dalam format digital melalui teknologi internet. Oleh karena itu, e-learning dapat digunakan dalam sistem pendidikan jarak jauh dan juga sistem pendidikan konvensional. Dalam pendidikan konvensional fungsi e-learning bukan untuk mengganti, melainkan memperkuat model pembelajaran konvensional di dalam kelas melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan. Kapasitas siswa amat bervariasi tergantung pada bentuk, isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar-content dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya memberikan hasil yang lebih baik.

Baca juga:   “Nunut Praktik”, Solusi Menyiasati Keterbatasan dalam Pembelajaran Praktik

Pengembangan e-learning tidak semata-mata hanya menyajikan materi pelajaran secara online saja, namun harus komunikatif dan menarik. Materi pelajaran didesain seolah peserta didik belajar di hadapan pengajar melalui layar komputer atau Android yang dihubungkan melalui jaringan internet. Untuk dapat menghasilkan e-learning yang menarik dan diminati, e-learning dirancang dengan sederhana, personal dan cepat. Sistem yang sederhana memudahkan peserta didik memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan akan mengurangi pengenalan sistem e-learning itu sendiri. Sehingga waktu belajar peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri.

Syarat personal berarti pengajar dapat berinteraksi dengan baik seperti layaknya seorang guru yang berinteraksi dengan murid di depan kelas. Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, peserta didik diperhatikan kemajuannya, serta dibantu segala persoalan yang dihadapi. Kemudian layananan ini ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan peserta didik lainnya. Dengan demikian, perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola.

Baca juga:   Tingkatkan Minat Belajar IPA dengan Mind Mapping

Agar peserta didik tidak mengalami kejenuhan, e-learning perlu didesain dengan menarik. Misalnya dengan games, dimana peserta didik mengikuti setiap langkah belajar di dalamnya seperti layaknya ketika bermain games. Penerapan e-learning terhadap peserta didik di SMK Negeri Karangpucung telah dilaksanakan beberapa tahun yang lalu dan sangat intensif dilaksanakan saat ini. Yakni, saat pemerintah menganjurkan pembelajaran dari rumah, karena wabah pandemik Covid-19.

Penulis yakin bahwa metode pembelajaran ini mampu meningkatkan prestasi dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran. Dibuktikan dengan respon mengikuti dan mengerjakan tugas yang sangat bagus dari peserta didik dan pencapaian nilai yang memenuhi kriteria saat mengikuti metode e-learning pada mata pelajaran produktif Bisnis Daring dan Pemasaran. Diharapkan metode pembelajaran e-learning dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi dalam segala bidang. (gml2/ida)

Guru dan Ketua Komp. Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran SMK Negeri Karangpucung Cilacap

Author

Populer

Lainnya