Menentukan Nilai Ekstrim Berbasis Lumer

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA merupakan dasar dari segala ilmu. Sikap teliti, jujur berdasarkan fakta, prinsip, konsep, konsekuen/sportif, prosedural/sistematis sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari cara kerja matematika. Pengambilan keputusanpun harus melalui tahapan sikap matematis tersebut. Hasil analisis Ujian Nasional (UN) dari Badan Pusat Penilaian Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa rerata nilai UN siswa SMAN 7 Semarang pada mata pelajaran matematika, khususnya Kompetensi Dasar (KD) menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan nilai ekstrim fungsi adalah 37,44 masih di bawah rerata provinsi 41,04 dan rerata Kota Semarang 44,75.

Pembelajaran matematika pada materi Turunan Fungsi pada KD menentukan nilai ekstrim dari permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan nilai ekstrim fungsi di kelas XI jurusan IPS kurang mendapat respons positif dari siswa. Setelah ditelusuri guru matematika dengan meluncurkan angket matematika, ternyata siswa kurang mampu menerjemahkan kalimat verbal menjadi model matematika sebelum masuk ke tahap penyelesaian. Hal ini disebabkan karena belum terbiasa memodelkan dalam bentuk matematis dari permasalahan yang disajikan dalam bentuk bacaan, table, grafik, atau matriks. Artinya literasi numerasi siswa tersebut masih belum seperti harapan guru. Siswa secara jujur lebih suka menonton daripada membaca. Menurutnya menonton lebih efisien waktu daripada membaca.

Dari permasalahan tersebut, guru tidak boleh jalan terus asal materi selesai disampaikan tetapi perlu pembenahan pada bagian mana kompetensi pendukung siswa yang masih perlu diasah lagi. Penonton sinetron bagaikan raja malas yang disuguhi gambar-gambar yang telah diolah sedemikian rupa oleh pembuatnya. Pikiran diarahkan untuk mengikuti adegan demi adegan yang disajikan layar. Secara tidak sadar penonton bagaikan manusia pasif yang asal menyetujuinya begitu saja, karena tidak tahu alur yang sesungguhnya.

Baca juga:   Unique Worksheet Tingkatkan Kemandirian Belajar Matematika

Berbeda dengan kegiatan membaca akan melibatkan dan membiasakan otak pembaca untuk bekerja mensintesa dan menganalisa hingga sang pembaca dapat menangkap benang merah yang menjadi alur inti bacaan itu. Jika benang merah itu belum mampu meraih secara gamblang maka ia akan mencari sumber lain pada materi yang sejenis sebagai pembanding. Inilah yang memperkaya kreativitas para pembaca. Secara umum literasi diartikan sebagai keampuan seseorang dalam memahami informasi dari kegiatan membaca dan menulis.

Menurut Andreas Schleicher dari OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) kemampuan numerasi yang baik merupakan proteksi terbaik terhadap angka pengangguran, penghasilan yang rendah dan kesehatan yang buruk. Sedangkan menurut UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), literasi ialah seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana keterampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya. Adapun manfaat dari kegiatan litersi antara lain, 1) menambah perbendaharaan kata kosa kata seseorang; 2) mengoptimalkan kinerja otak karena sering digunakan untuk kegiatan membaca dan menulis; 3) mendapat berbagai wawasan dan informasi baru; 4) kemampuan interpersonal seseorang akan semakin baik; 5) kemampuan memahami makna suatu informasi akan semakin meningkat; 6) meningkatkan kemampuan verbal seseorang; 7) meningkatkan kemampuan analisis dan berpikir seseorang; 8) membantu meningkatkan daya fokus dan kemampuan konsentrasi seseorang; dan 9) meningkatkan kemampuan seseorang dalam merangkai kata yang bermakna dan menulis.
Literasi Numerasi (Lumer) dibutuhkan dalam semua aspek kehidupan baik di rumah, di pekerjaan maupun di masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari ketika berbelanja atau merencanakan liburan, meminjam uang di bank untuk memulai usaha atau membangun rumah semuanya membutuhkan literasi numerasi.

Baca juga:   Kebermaknaan Belajar Matematika

Laba maksimum dan pengeluaran minimum bukan barang asing dalam dunia bisnis. Inilah nilai ekstrem yang tidak pernah lepas dari kehidupan, ketika memegang koran. Akan langsung membaca diagram garis bursa efek finansial, atau matriks pertandingan olahraga. Lumer memang tidak mudah tetapi perlu membiasakannya karena banyak manfaatnya.

Lumer berisi data eksak yang disajikan secara efisien dan pembacanya mampu menangkap informasi apa saja yang disajikan. Jika disajikan dalam bentuk kalimat detail akan menghabiskan area bacaan puluhan kali dari pada dalam bentuk diagram, table dan grafik. Seperti ombak besar di laut, siapapun yang mau belajar beradaptasi dengan dunia gelombang dengan papan surfing, maka gelombang itupun akan menjadi sahabat yang menyenangkan. Sebaliknya orang yang tidak mau beradaptasi dengan permasalahan yang muncul, masalah sejenispun akan tetap menjadi masalah sepanjang hidupnya. (gml1/ida)

Guru Matematika SMAN 7 Semarang

Author

Populer

Lainnya