Kenalkan Teknik Uitemate pada Siswa ketika di Daerah Rawan Bencana

spot_img

RADARSEMARANG.ID, NEGARA Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana alam, baik itu disebabkan aktivitas dalam bumi seperti gempa yang memicu tsunami ataupun aktivitas eksigen seperti banjir dan rob. Semua bencana alam yang berkaitan dengan air tersebut, tentunya datang dengan tiba-tiba. Sehingga diharapkan mempunyai pengetahuan khusus tentang kebencanaalaman, dimulai dari keterampilan penyelamatan diri hingga tindakan pertolongan kepada orang lain yang mengalami kegawatdaruratan di air.

Kompetensi Dasar (KD) tentang renang untuk keterampilan penyelamatan diri dan tindakan pertolongan kegawatdaruratan di air ada di pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes) kelas XII SMA Negeri 6 Semarang, tetapi pada pelaksanaan pembelajarannya ada kendala dikarenakan tidak adanya kolam renang di sekolah. Sebenarnya dengan pembelajaran mandiri disertai petunjuk teknik yang benar dari pengajar, materi tersebut dapat tersampaikan kepada siswa.

Bagi yang tidak bisa berenang, melakukan aktivitas yang berhubungan dengan air yang dalam ataupun yang mengalir deras pasti selalu dihantui kekhawatiran. Banyak kasus orang yang harus kehilangan nyawa ataupun tidak ditemukan karena tenggelam akibat tidak mampu berenang atau kelelahan. Orang yang terjatuh ke dalam air pada saat mengalami bencana akan berusaha berdiri tegak karena mempertahankan kepala mereka tetap berada di atas permukaan air untuk meminta pertolongan dengan spontanitas melambai-lambaikan tangannya dalam menarik perhatian orang lain. Pada saat menjadi korban tenggelam ke dalam air, jelas tidak memiliki persiapan. Kondisi ini biasanya masih berpakaian lengkap mungkin juga sedang mengenakan sepatu atau membawa tas punggung. Sehingga sangat penting bagi semua orang untuk mengetahui cara agar bisa tetap mengambang di permukaan air dengan kondisi tersebut.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Jepang adalah salah satu negara yang sering mengalami bencana alam utamanya berkaitan dengan aktivitas air seperti tsunami. Dengan banyaknya kasus yang terjadi, mereka kemudian mengembangkan sebuah teknik bertahan hidup di air terutama bagi mereka yang tidak bisa berenang. Teknik ini mereka sebut dengan Uitemate yang berarti mengambang dan menunggu yang dicetuskan oleh Profesor Hidetoshi Saito dari Universitas Teknologi Nagaoka, Jepang.

Prinsip dari teknik ini adalah tidak memaksakan diri untuk berenang, cukup mengambang seperti daun di atas air, membuatnya lebih mudah bernafas dan menghemat energi dan tunggulah hingga bantuan datang. Beberapa ahli mengatakan, seseorang dapat dengan mudah mengapung di permukaan air seperti layaknya berang-berang, dengan hanya memegang sesuatu seperti sebuah botol plastik. Mengutip dari https://simplyindonesia.wordpress.com/cara-efektif-bertahan-hidup-di-air-menggunakan-teknik-uitemate/ yang diterbitkan pada 15 Maret 2015. Teknik Uitemate yang diperkenalkan Profesor Hidetoshi cukup sederhana. Setidak-tidaknya ada 4 poin utama yang harus diperhatikan saat menggunakan teknik ini, yaitu, pertama, untuk memastikan diri bisa bernafas dengan tenang dan leluasa, angkat dagu tinggi-tinggi dan arahkan pandangan lurus ke atas. Kedua, rentangkan tangan hingga keduanya sejajar secara horizontal. Ketiga, rentangkan kaki secukupnya jangan terlalu lebar, pastikan untuk tidak melepaskan sepatu. Keempat, jika menemukan benda ringan yang bisa membantu mengambang, segera gunakan, letakkan di bagian perut dan peluk ringan.

Baca juga:   Mengatasi Kejenuhan Belajar dengan Pembelajaran Berbasis Picture and Picture

Ada pepatah, practice makes perfect. Jika menyiapkan anak didik dalam menghadapi kegawatdaruratan di air, maka guru penjasorkes di SMA Negeri 6 Semarang harus selalu mengingatkan siswa tiap kali ada kesempatan untuk berlatih teknik Uitemate ini. Untuk pembelajaran kinesthetic, dalam memaksimalkan kemampuan belajar biasanya dilakukan dengan memperbanyak praktik lapangan (Bachtiar, 2012:28). Banyak orang yang terselamatkan karena teknik ini, dan di beberapa lembaga seperti PNPB kini juga mengadakan kursus teknik Uitemate. (gml1/ida)

Guru Penjasorkes SMA Negeri 6 Semarang

Author

Populer

Lainnya