Pembelajaran Menulis Teks Drama melalui Video Klip

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENULIS merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat dibutuhkan pada masa sekarang. Keterampilan menulis tidak mudah dikuasai, butuh ketelatenan dan latihan. Hal ini diperparah dengan anggapan siswa bahwa pembelajaran menulis teks drama itu kurang menarik. Padahal, dengan menulis seseorang dapat mengekspresikan ide-ide atau gagasannya melalui bahasa tulis.

Seperti yang dialami siswa kelas XI SMAN 1 Cepiring Kendal. Bagi siswa, menulis teks drama adalah kegiatan yang sulit untuk dilakukan, sebab waktu yang tersedia hanya sedikit, terbatasnya kemampuan menulis dan sulit mengembangkan ide dalam isi drama. Keadaan tersebut membuat siswa kurang leluasa ketika berupaya mencari ide untuk tulisannya. Persoalan tersebut dimungkinkan karena media dan teknik pembelajaran yang digunakan guru kurang interaktif. Guru hanya menggunakan media papan tulis dan buku. Proses pembelajarannya monoton kurang bervariasi. Sedangkan siswa kurang diberi kebebasan berpikir kritis, berkreasi, dan berinovasi. Siswa sendiri mengalami kesulitan dalam menemukan ide untuk memulai sebuah tulisan.

Karena itulah, guru perlu memikirkan penerapan media pembelajaran dan teknik yang tepat, sehingga mampu membawa siswa lebih aktif dan produktif. Penulis berupaya menerapkan media video klip untuk dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran menulis drama.

Video klip adalah potongan gambar dan suara yang digabung dalam sebuah sajian. Bisa berupa musik atau iklan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa. Media video klip termasuk dalam teknologi audiovisual. Yakni, cara menghasilkan dan menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanik dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audiovisual.

Baca juga:   Senangnya Belajar Presconten Sambil Bernyanyi

Pengajaran melalui audiovisual dalam hal ini video klip yang berdurasi singkat merupakan produksi dan penggunaan materi yang penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran. Tidak seluruhnya tergantung kepada pemahaman kata atau simbol-simbol yang serupa. Dengan menggunakan video klip, diharapkan dapat merangsang siswa dalam menemukan dan mengembang ide, mempercepat proses penyampaian, penangkapan, dan penguasaan materi. Dengan menggunakan media video klip ini, dapat berfungsi menarik perhatian siswa, memberikan nuansa baru, menggugah minat belajar siswa dan dapat menghindarkan siswa dari perasaan jenuh saat mengikuti pembelajaran.

Langkah-langkah dalam menulis teks drama, 1) menentukan tema. Tema merupakan gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks. 2) Menentukan plot atau kerangka cerita. Plot merupakan jalinan cerita atau kerangka dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antardua orang atau dua tokoh yang berlawanan. 3) Menentukan penokohan. Penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita penokohan. Erat hubungannya dengan perwatakan. 4) Menentukan setting dan latar. Setting meliputi, waktu dan suasana. Sedangkan latar yaitu, tempat kejadian. Latar dan setting dalam drama selain berfungsi untuk membuat cerita menjadi lebih tampak hidup. 5) Membuat dialog. Dialog adalah bahan dasar sebuah drama. Melalui dialog, akan timbul suatu komunikasi antartokoh maupun dengan lingkunganya. 6) Menentukan amanat. Melalui cerita, sikap, dan tingkah laku tokoh-tokoh itulah, pembaca diharapkan dapat mengambil hikmah dari pesan-pesan moral yang disampaikan.

Baca juga:   Project Base Learning dan Pembelajaran Kolaborasi, Solusi Tepat di Era PTM Terbatas

Adapun langkah-langkah pembelajaran menulis teks drama dengan video klip, 1) guru melakukan apersepsi dengan bertanya kepada siswa, seperti a) apakah kalian sering membaca teks drama? b) teks drama apa yang kalian suka? c) apakah kalian suka menulis teks drama? Pertanyaan tersebut bertujuan untuk menguraikan informasi yang pernah didapat siswa. 2) Guru memberi pengantar mengenai materi tentang drama. 3) Guru memutarkan dua video klip, masing-masing video klip diputar dua kali. Hal ini bertujuan agar siswa lebih memahami dan menangkap pokok-pokok yang terdapat dalam video klip tersebut. 4) Setelah siswa selesai menyimak video klip tersebut, siswa diminta memilih salah satu dari video klip. 5) Siswa diminta menuliskan teks drama berdasarkan video klip yang telah disimak dengan memperhatikan kriteria penilaian teks drama. Yakni, a) pengembangan alur, b) kejelasan tokoh dan watak, c) pengembangan dialog, d) kesesuaian latar, e) kesesuaian tema dengan isi, f) penggunaan petunjuk teknis, g) kaidah penulisan naskah drama. (pgn2/ida)

Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Cepiring Kendal

Author

Populer

Lainnya