Mudahnya Belajar Materi Perubahan Sosial Budaya dengan ATK

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Perubahan Sosial Budaya merupakan materi IPS kelas IX KD 3.2 yang memiliki makna luas dan mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, politik dan sosial. Ruang lingkup materi perubahan sosial budaya meliputi: pengertian, karakteristik, bentuk, faktor penyebab, pendorong dan penghambat perubahan sosial budaya. Luasnya makna dan ruang lingkup suatu materi menyebabkan guru terburu-buru dalam proses pembelajaran, sehingga pemahaman terhadap materi pelajaran kurang bermakna dan tidak bertahan lama dalam ingatan peserta didik. Hal ini mendorong guru menggunakan Discovery Learning, agar sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperoleh lebih bermakna dan melekat dalam diri peserta didik.

Discovery Learning menjadikan pembelajaran lebih bermakna karena melibatkan peserta didik secara aktif untuk mencari, menyelidiki dan menemukan konsep secara sistematis, kritis, dan logis. Menurut Hosnan (2014:282), Discovery Learning adalah model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan. Meskipun peserta didik didorong mencari dan menemukan sendiri konsep perubahan sosial budaya namun proses pembelajaran tidak berlangsung tanpa arahan dan petunjuk dari guru.

Baca juga:   Kayu dan Karet Atasi Ketakutan Siswa Belajar Atletik Tolak Peluru

Guru menjadi fasilitator, membimbing dan memberi petunjuk yang tertera dalam lembar kegiatan siswa (LKS). LKS berisi petunjuk kerja yang menekankan ATK (Amati, Tulis, Katakan). Dengan demikian peserta didik dapat belajar secara terarah sekaligus aktif dan mandiri. Menurut Suprihatiningrum (2014:244), terdapat dua cara dalam Discovery Learning. Pertama, Free Discovery Learning. Kedua, Guided Discovery Learning yakni pembelajaran yang membutuhkan peran guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajarannya.

Berikut langkah Guided Discovery Learning dengan ATK yang diterapkan di kelas IXA SMP Negeri 3 Cepiring; Kegiatan Pendahuluan: salam/doa pembuka, presensi, dan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti: 1) Stimulation (pemberian rangsangan); guru menampilkan beberapa gambar perubahan sosial budaya, peserta didik mengamati, guru mengajukan beberapa pertanyaan. 2) Problem statemen (identifikasi masalah); guru meminta peserta didik memberi jawaban sementara atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, guru membagikan LKS berisi petunjuk kerja untuk kegiatan penyelidikan, peserta didik membentuk kelompok belajar.

3) Data collection (pengumpulan data); peserta didik berkeliling desa-desa sekitar sekolah untuk mengamati langsung berbagai perubahan sosial budaya, dan melakukan wawancara dengan pelaku atau orang yang terkait dengan perubahan sosial budaya tersebut. Pada tahap ini guru memantau dan mendorong peserta didik untuk melakukan “ATK” (A=amati hal-hal yang menunjukan perubahan sosial budaya, T=tulis atau catat semua yang berkaitan perubahan sosial budaya yang diperoleh melalui pengamatan dan wawancara, K=katakan/kemukakan pendapat atau pernyataan berdasarkan data/informasi yang diperoleh)

Baca juga:   Small Group Discussion dalam Pembelajaran Makanan Halal dan Haram

4) Data processing (pengolahan data); peserta didik menganalisis informasi/data yang diperoleh dengan berdiskusi bersama kelompok, menulis pernyataan yang merupakan jawaban dari pertanyaan pada tahap stimulasi. 5) Verification (pembuktian) peserta didik mengecek ulang, apakah pernyataan/jawaban yang diperoleh dari hasil diskusi sama dengan jawaban sementara? Apakah jawaban sementara tersebut terbukti atau tidak.

6) Generalization (menarik kesimpulan) Peserta didik menarik kesimpulan dari hasil pembuktian sehingga diperoleh pemahaman tentang perubahan sosial budaya. Selanjutnya peserta didik menyampaikan kesimpulan di depan kelas secara bergantian. Kegiatan Penutup; menyimpulkan materi, merefleksi kegiatan pembelajaran, doa penutup. Dari hasil refleksi kegiatan pembelajaran 78 persen peserta didik menulis bahwa pembelajaran dengan Guided Discovery Learning, menyenangkan, mudah memahami materi dan menarik karena ATK. (pgn1/aro)

Guru IPS SMP Negeri 3 Cepiring, Kendal

Author

Populer

Lainnya