MM Strategi Menumbuhkan Kreativitas Belajar Sejarah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sekarang ini semakin berkembang sejalan dengan perkembangan zaman yang modern. Hal ini harus bisa dimanfaatkan seorang guru dalam pembelajaran. Guru yang mempunyai kemauan akan menciptakan model-model baru sehingga peserta didik tidak mengalami kebosanan, selain itu guru dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal.

Mind Mapping (MM) atau pemetaan pikiran merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang bisa dipakai seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran yang bermutu sesuai dengan kurikulum. Karena pada hakekatnya, model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus, yakni: rasional, teoritik, logis yang disusun oleh para pengembangnya; landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana peserta didik belajar (tujuan pembelajaran); tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil; dan lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai (Kardi dan Nur, 2000:9).

Peta Pemikiran atau Mind Mapping akan digunakan guru dalam pembelajaran materi kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia di kelas VIII B SMP Negeri 4 Batang. Diharapkan dengan model ini kreativitas peserta didik akan meningkat, karena otak akan bekerja untuk mengingat informasi dalam pikiran menggunakan pengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan dengan merencanakan dan mengorganisasi.

Baca juga:   Mengurai Sejatinya IPS dengan Memanfaatkan Lingkungan

Sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan pada saat menerima materi kedatangan bangsa-bangsa barat ke Indonesia. Karena mereka akan belajar mengingat waktu, latar belakang dan kronologis kedatangan bangsa barat yang mungkin bagi sebagian peserta didik mengalami kesulitan dalam menghafal. Disinilah peran seorang guru agar memberikan pemahaman tentang materi ini dengan model yang mudah dipahami peserta didik.

Kedatangan bangsa-bangsa barat ke Indonesia telah menyebabkan kolonialisme dan imperialisme. Hidup di tangan penjajah menyebabkan penderitaan rakyat dalam berbagai bidang. Perlawanan-perlawanan di berbagai daerah terus terjadi dan sampai titik darah penghabisan.

Sebelum langkah-langkah pembelajaran dengan mind mapping dilakukan guru akan menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Peserta didik akan dibagi dalam kelompok-kelompok kecil (dua orang). Guru meminta salah satu peserta didik menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan peserta lain mendengarnya sambil membuat catatan kecil, kemudian mereka akan berganti peran. Semua peserta didik secara bergiliran menyampaikan hasil wawancara/diskusi dengan pasangannya sampai sebagian peserta didik sudah menyampaikan hasil wawancara/diskusinya. Guru akan menjelaskan/mengulang kembali materi yang sekiranya belum dipahami peserta didik, dan bersama-sama menyimpulkan materi kedatangan bangsa-bangsa barat ke Indonesia.

Baca juga:   Sosiodrama Tingkatkan Kemampuan Siswa Belajar Sejarah

Langkah-langkah yang perlu dilakukan peserta didik dalam MM adalah: menulis gagasan utamanya di tengah-tengah kertas dan lingkupi dengan bentuk-bentuk yang menarik, bisa lingkaran, persegi, atau gambar lain sesuai dengan materi; menambahkan sebuah cabang yang keluar dari pusatnya untuk setiap point atau gagasan utamanya. Jumlah cabang akan bervariasi tergantung dari jumlah gagasan. Gunakan spidol atau bolpen yang berbeda warna agar menarik untuk tiap-tiap cabang; menulis kata kunci pada tiap-tiap cabang yang dikembangkan untuk detail. Kata-kata kunci adalah kata-kata yang menyampaikan inti sebuah gagasan atau memicu ingatan pembelajar; dan menambahkan simbol-simbol dan ilustrasi untuk mendapatkan ingatan yang lebih baik. (pkl2/ton)
Guru IPS SMP Negeri 4 Batang

Author

Populer

Lainnya