Melalui Teks Anekdot Pembelajaran Menjadi Menyenangkan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas menjadi menu harian bagi guru dan peserta didik. Guru sebagai fasilitator utama di kelas, mempunyai peran yang sangat vital untuk membuat suasana KBM ini selalu segar, menarik, dan tidak membosankan.

Maka, guru dalam menyajikan materi harus bisa membuat peserta didik tidak jenuh. Dengan cara-cara yang baru dan menyenangkan atau bisa juga out of the box dapat menjadi salah satu solusi untuk menentukan hasil dari proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Dengan suasana kelas yang menyenangkan, peserta didik akan menikmati kegiatan belajar mereka tanpa adanya perasaan tertekan. Lalu, bagaimana cara membuat kelas menjadikan menyenangkan?

Pembelajaran bahasa Indonesia SMK Kelas X semester gasal terdapat materi Anekdot dalam silabus yang terdapat di K.D. 3.6 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot. Teks anekdot merupakan suatu bahasan pada materi bahasa Indonesia yang popular.

Teks ini biasanya dapat ditemukan di berbagai media. Pada zaman dahulu media koran, namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, teks tersebut juga dapat banyak kita jumpai di media sosial. Secara definisi teks anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur lucu dan mempunyai maksud untuk melakukan kritikan. Teks anekdot biasanya bertopik tentang layanan publik, politik, lingkungan, dan sosial.

Baca juga:   Lancar Berbicara Bahasa Inggris dengan Teknik Role Play

Peserta didik di SMK Negeri 1 Lebakbarang lebih senang apabila proses KBM diselingi unsur humor dan lucu. Yang pastinya humor yang lucu tidak menyinggung unsur SARA dan saru. Pernah membaca sebuah cerita singkat yang berisi tentang guyonan atau berbau humor tetapi menjurus kepada kritik? Jika pernah, cerita singkat tersebut ialah teks anekdot atau anekdot. Tidak hanya berbentuk cerita, pengertian teks anekdot juga dapat berbentuk dialog singkat antara dua tokoh.

Proses KBM Anekdot diawali dengan memperkenalkan definisi anekdot lalu contoh teks anekdot. Supaya peserta didik dapat mengetahui bagaimana teks anekdot tersebut. Contohnya sebagai berikut:
PENJUAL KUE

Pada suatu hari, Presiden Jokowi hendak membeli kue kepada seorang ibu di pinggir jalan. Karena rasa ketertarikan yang kuat dengan penjual kue yang unik tersebut, sang Presiden mencoba bertanya kepada si ibu.
Presiden : “Ibu punya anak berapa?”
Ibu : “Saya punya anak empat, mereka sedang bekerja semua. Yang pertama bekerja di KPK, yang kedua di Polda Metro Jaya, yang ketiga di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, dan yang terakhir di DPR RI. Mereka sangat sibuk sekali.”

Baca juga:   Taklukkan Great Reset dengan Pembelajaran Life Skills

Presiden : (Menggeleng-gelengkan kepala seakan tidak percaya akan apa yang didengarnya. Beberapa pengawal presiden berbicara di belakang. Dalam hatinya berujar “Meskipun hanya berjualan kue, ibu ini bisa menjadikan anaknya sukses, jujur. Kalau mereka sampai korupsi mungkin ibu ini sudah tinggal di rumah mewah!”)

Presiden : “Wah, hebat sekali. Ngomong-ngomong apa jabatan anak ibu di Polda Metro Jaya, KPK, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, dan DPR RI?
Ibu : “Ya sama seperti saya, jualan kue juga”
(Bapak Presiden tercengang mendengar jawaban yang diberikan si penjual kue.)

Setelah mendengarkan teks anekdot tentang penjual kue di atas, peserta didik dapat menciptakan teks anekdot sendiri dari cerita lucu dalam kehidupan sehari-hari di rumah ataupun di sekolah. Kemudian mempresentasikan, menanggapi,dan merevisi teks anekdot yang telah disusun.

Dengan pembelajaran teks anekdot yang menyenangkan, guru dapat membangkitkan minat belajar peserta didik, keterlibatan penuh peserta didik dengan guru. Terciptanya makna pembelajaran, pemahaman atau penguasaan materi pembelajaran, dan memberikan nilai-nilai yang membahagiakan bagi peserta didik. (pkl1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 1 Lebakbarang

Author

Populer

Lainnya