Google Form Ajarkan Peserta Didik Pahami Manfaat Paperless

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PADA era modern saat ini, teknologi menjadi kebutuhan dasar setiap orang dalam berbagai aspek kehidupannya. Teknologi berperan penting dalam dunia pendidikan. Karena globalisasi menuntut mutu pendidikan menyesuaikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi bagi dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran.

Salah satu pendapat H Hamzah B Uno dalam Budiman (2017) mengatakan bahwa berkembangnya dunia pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (distance learning). Kemudian akan memanfaatkan media internet sebagai penghubung antara guru dan peserta didik, maupun antarwarga sekolah dengan masyarakat dalam berbagai lini. Terutama untuk mencari solusi dalam proses pembelajaran.

Pada kegiatan pembelajaran seringkali ditemui beberapa permasalahan. Di antaranya sarana pembelajaran yang kurang, kualitas dan kuantitas tenaga pengajar yang belum maksimal, serta sistem yang masih konvensional. Guru sebagai kunci dalam pembelajaran, harus senantiasa mengupayakan inovasi dan meningkatan kualitas diri untuk mencapai kemajuan. Salah satu inovasi yang biasa dilakukan adalah melalui teknologi, khususnya teknologi pembelajaran. Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi tentang proses dan sumber untuk belajar (Seels&Richey,2000). Teknologi pembelajaran melingkupi dari awal kegiatan pembelajaran, hingga tahap evaluasi.

Baca juga:   Kuis Materi Sejarah Asyik dengan Google Form

Di SMP Negeri 34 Semarang masih ditemui kegiatan pembelajaran yang belum memanfaatkan teknologi secara maksimal. Salah satu contohnya adalah dalam kegiatan evaluasi. Kebanyakan guru masih menggunakan cara lama, yaitu menggunakan sistem evaluasi berbasis kertas (paper based). Padahal seharusnya semua guru sudah mengandalkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Namun kenyataannya belum semuanya mampu mengintegrasikan teknologi tersebut dengan pembelajaran. Beberapa teknologi yang ada disana dapat dimanfaatkan untuk teknologi pembelajaran, antara lain smartphone dan komputer/laptop daring. Rendahnya kemauan guru dan minimnya informasi menjadi alasan kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Berdasarkan analisis situasi di atas, perlu adanya sosialisasi dan pelatihan penggunaan teknologi dalam pembelajaran khususnya kegiatan evaluasi. Pelatihan yang dilaksanakan ini diharapkan akan memberikan wawasan baru dalam kegiatan evaluasi, mengingat kemampuan program ini mampu menyederhanakan kegiatan penyusunan, pelaksanaan, dan penilaian. Program ini juga realtif mudah dilakanakan karena tidak membutuhkan instalasi dan tidak membutuhkan perangkat khusus.

Dengan dikuasainya model evaluasi daring ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, minat, dan inovasi yang dilakukan oleh guru serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara umum. Google Form adalah salah satu aplikasi berupa template formulir atau lembar kerja yang dapat dimanfaatkan secara mandiri ataupun bersama-sama untuk tujuan mendapatkan informasi pengguna. Aplikasi ini bekerja di dalam penyimpanan awan Google Drive bersama aplikasi lainnya seperti Google Sheet, Google Docs, dan pengayaan lainnya. Template Google Form sangat mudah dipahami dan digunakan, serta tersedia dalam banyak pilihan bahasa. Syarat untuk mengunakannya hanya memiliki akun Google saja bagi pengolah atau pembuat form.

Baca juga:   Gugah Semangat BDR Anak dengan Google Form

Hasil yang diperoleh dari pemanfaatan Google Form di SMP Negeri 34 Semarang adalah guru bisa memanfaatkannya sebagai alternative pembuatan evaluasi. Selain itu pemanfaatan Google Form juga berdampak Paperless, yaitu pengurangan pemakaian kertas dan bukan meniadakan pemakaian kertas sama sekali dalam proses pembelajaran. Mekanisme paperless memiliki manfaat yang dapat dirasakan oleh berbagai pihak dalam arti luas, di antaranya adalah untuk manusia dan lingkungan dalam menjaga kelestarian pohon-pohon di hutan, menjaga fauna yang ada di dalam hutan agar tidak punah, mencegah terjadinya degradasi hutan dan deforestsasi hutan. Karena semakin sedikit pohon yang ditebang maka semakin mencegah global warming, mengimbangi jumlah karbon yang ada di bumi. (gml2/ida)

Kepala SMP Negeri 34 Semarang

Author

Populer

Lainnya