Metode Problem Solving Meningkatkan Hasil Belajar Administrasi Umum

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PROSES belajar mengajar bukan hanya sebatas transfer informasi dari guru ke peserta didik, tetapi sebagai proses yang kompleks, peserta didik belajar dari segala sesuatu yang terjadi dalam pembelajaran. Menurut Chebii, dkk. (2012) peserta didik akan belajar ilmu terbaik ketika metodologi pengajaran memungkinkan mereka untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan kelas. Dalam hal ini, peserta didik harus berpartisipasi aktif dalam melakukan eksperimen, melaksanakan demonstrasi, diskusi kelas dan pengalaman belajar yang relevan lainnya.Guru memiliki kewajiban untuk menekankan kepada peserta didik agar memiliki kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis. Mataka, dkk. (2014) dan Afrizon, dkk. (2012) menyatakan bahwa guru harus menekankan perolehan keterampilan pemacahan masalah secara efektif dan sesering mungkin bagi peserta didik, mulai dari permasalahan kecil hingga yang kompleks, ini dilakukan agar peserta didik terbiasa dengan masalah.

Dilihat dari nilai harian pada KD “Peralatan Kantor dalam Kegiatan Administrasi” mata pelajaran Administrasi Umum di kelas 10 OTKP 2 SMK Negeri 1 Kendal masih rendah, dikarenakan masih menggunakan metode konvensional, dimana kegiatan pembelajaran didominasi oleh metode ceramah, tanya jawab, dan mengerjakan contoh soal. Penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran dapat menyebabkan tingkat keterampilan berfikir peserta didik rendah yaitu hanya mengingat, mengenal dan menjelaskan . Hal ini memungkinkan peserta didik menjadi tidak aktif dalam belajar. Selain itu, dalam kegiatan menyelesaikan permasalahan (pengerjaan soal-soal), biasanya dilakukan dengan format penyelesaian umum, yaitu diketahui, ditanya, dan jawab.

Baca juga:   Kenalkan Teknik Uitemate pada Siswa ketika di Daerah Rawan Bencana

Berdasarkan permasalahan di atas, perlu adanya penerapan metode pembelajaran yang tepat agar materi yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta didik dan peserta didik pun tidak lagi pasif dan merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran .Metode pembelajaran yang menitik beratkan kepada peserta didik dan peserta didik menjadi lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar satu diantaranya adalah metode pembelajaran problem solving. Nadi, dkk. (2016) menyatakan bahwa Pada metode problem solving peserta didik diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan proses sains dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Metode pembelajaran probem solving adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih peserta didik menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau bersama-sama (Kiranawati, 2007).

Peserta didik mudah lupa jika proses belajar mengajar hanya dijelaskan secara lisan tanpa melihat langsung apa yang sedang dijelaskan atau harus diberikan contoh nyata dan peserta didik dapat lebih memahami jika diberi kesempatan untuk mencoba memecahkan masalah. Penggunaan metode probem solving dalam pembelajaran secara berkelompok memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi dan saling bertukar ide sesama anggota kelompok. Pernyataan ini diperkuat oleh Sulastri (2016) bahwa problem solving melalui diskusi kelompok dapat melatih kemampuan peserta didik untuk bekeja sama, menyampaikan pendapat dan menerima pendapat orang lain serta dapat pembelajarkan siswa untuk dapat bertanggung jawab atas pekerjaannya.

Baca juga:   Metode Open Ended Tingkatkan Kreativitas Siswa

Penggunaan metode Problem Solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis yaitu kemampuan merumuskan masalah sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan “Peralatan Kantor dalam Kegiatan Administrasi” jumlah peserta didik 36 yang memenuhi KKM 19 peserta didik setelah menggunakan metode Problem Solving pada KD “ Tata Ruang kantor” dapat yang memenuhi KKM menjadi 32 peserta didik dari 36 peserta didik. (ikd2/zal)

Guru Produktif Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran, SMKN 1 Kendal

Author

Populer

Lainnya