Mengenal Lambang Pancasila dengan Metode Picture and Picture

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANCASILA adalah ideologi bangsa Indonesia dan dasar bagi negara Indonesia. Pancasila merupakan ideologi terbuka, sehingga bangsa Indonesia bisa mengadaptasikan apapun agar sesuai dengan Pancasila demi menjawab tantangan zaman yang berubah-ubah. Namun tetap saja terdapat nilai-nilai yang tidak dapat diubah dari Pancasila. Sesuai dengan namanya Panca yang artinya lima dan Sila artinya prinsip.

Pancasila memiliki lima prinsip dasar yaitu; pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Ketiga, Persatuan Indonesia. Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Lambang Pancasila adalah burung Garuda yang memiliki perisai di tengahnya dengan lima logo lainnya yaitu, bintang, banteng, pohon beringin, rantai, serta padi dan kapas. Agar peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU 57 Kangkung kelas 1 lebih mengenal lambang Pancasila dan tidak merasa jenuh. Maka diperlukan sebuah inovasi pembelajaran dengan metode picture and picture. Metode picture and picture adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis.

Model pembelajaran picture and picture merupakan sebuah model dimana guru menggunakan alat bantu atau media gambar untuk menerangkan sebuah materi atau memfasilitasi siswa untuk belajar aktif.

Baca juga:   Pembelajaran Berbasis Proyek pada Tahap Pelaporan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Model pembelajaran picture and picture merupakan salah satu model kooperatif. Model pembelajaran picture and picture ini dapat digunakan dalam berbagai mata pelajaran dan tentunya dengan kemasan dan kreatifitas guru. Sejak dipopulerkan sekitar tahun 2002, model pembelajaran ini mulai menyebar di kalangan guru di Indonesia.

Pembelajaran ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Inovatif setiap pembelajaran harus memiliki sesuatu yang baru, berbeda dan selalu menarik minat peserta didik dan kreatif. Gambar yang baik digunakan dalam pembelajaran adalah gambar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, terdapat syarat yang harus dipenuhi yaitu harus otentik. Gambar tersebut haruslah secara jujur melukiskan situasi seperti melihat benda di sekitarnya. Sederhana komposisi, hendaknya cukup jelas dalam menunjukkan poin-poin pokok yang terdapat pada gambar yang memiliki nilai seni.

Langkah–langkah dalam model pembelajaran picture and picture, menurut Suprijono (dalam Huda 2015:236-238) yaitu pertama, penyampaian kompetensi pada tahap ini guru diharapkan menyampaikan kompetensi dasar mata pelajaran yang bersangkutan. Kedua, presentasi materi pada tahap penyajian materi guru telah menciptakan momen awal pembelajaran. Ketiga, penyajian gambar pada tahap ini, guru menyajikan gambar dan mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Keempat, pemasangan gambar pada tahap ini guru memanggil/menunjuk siswa secara bergantian untuk memasangkan gambar secara berurutan dan logis. Kelima, penjajakan tahap ini mengharuskan guru untuk menanyakan kepada siswa tentang alasan/dasar pemikiran di balik gambar yang disusunnya. Keenam, penyajian kompetensi guru bisa mulai menjelaskan lebih lanjut sesuai dengan kompetensi yang dicapai. Ketujuh, penutup di akhir pembelajaran, guru dan siswa saling berefleksi mengenai apa yang telah dicapai dan dilakukan.

Baca juga:   “Toi et Moi”, Belajar Senyawa Kimia dan Tata Namanya Menjadi Asyik

Kelebihan model pembelajaran picture and picture adalah guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Siswa dilatih berpikir logis dan sistematis, siswa dibantu belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu objek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktek berpikir. Kemudian, memotivasi siswa mengembangkan diri dalam belajar dengan melibatkan siswa dalam perencanaan dan pengelolaan kelas. Penggunaan metode picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar siswa MI NU 57 Kangkung kelas 1. (ikd2/ida)

Guru MI NU 57 Kangkung Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya