Belajar Hukum-Hukum Syar’i dengan Word Square

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMILIHAN model pembelajaran yang digunakan sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan belajar siswa. Dalam dunia pendidikan model pembelajaran telah lama dikenal dan dipakai di negara-negara maju. Oleh karenanya, diperlukan kreativitas seorang pendidik atau guru untuk menciptakan kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik bagi siswa.

Word square merupakan model pembelajaran yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian dalam mencocokkan jawaban pada kotak-kotak jawaban. Mirip dengan mengisi teka-teki silang, tetapi bedanya jawabannya sudah ada. Namun disamarkan dengan menambahkan kotak tambahan dengan sembarang huruf atau angka penyamar atau pengecoh.

Model pembelajaran ini sesuai untuk semua mata pelajaran. Tinggal bagaimana guru dapat memprogram sejumlah pertanyaan terpilih yang dapat merangsang siswa untuk berpikir efektif. Tujuan huruf atau angka pengecoh bukan untuk mempersulit siswa, namun untuk melatih sikap teliti dan kritis. Metode ini merupakan kegiatan belajar mengajar dengan cara guru membagikan lembar kegiatan atau lembar kerja sebagai alat untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.

Model pembelajaran Word Square adalah pengembangan dari metode ceramah, namun untuk mengetahui pemahaman siswa tentang materi yang telah disampaikan maka diberikan lembar kerja yang di dalamnya berisi soal dan jawaban yang terdapat dalam kotak kata. Membutuhkan suatu kejelian dan ketelitian dalam mencari pilihan jawaban yang ada dengan tepat.
Adapun langkah-langkah dalam model pembelajar ini adalah yang, pertama, guru menyampaikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai; kedua, guru membagikan lembaran kegiatan sesuai contoh; ketiga, siswa menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban secara vertikal, horizontal maupun diagonal; dan keempat, berikanlah poin setiap jawaban dalam kotak.

Baca juga:   Discovery Learning Tingkatkan Menulis Teks Descriptive

Mengajar ilmu fiqih pada siswa kelas XII di MAN Kendal pada materi Hukum-Hukum Syar’i membutuhkan kreativitas dan kecerdasan. Bagaimana dalam penyampaian materi tersebut, siswa paham atau mengerti dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran tersebut. Dengan penggunaan model pembelajaran ini, mampu sebagai pendorong dan menguatkan siswa terhadap materi Hukum-Hukum Syar’i. Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan materi Hukum-Hukum Syar’i, misalnya firman yang menuntut melakukan perbuatan dengan tuntutan pasti adalah…… Kemudian pertanyaan berikutnya adalah firman Allah yang menuntut melakukan suatu perbuatan dengan perbuatan yang tidak pasti tetapi hanya berupa anjuran untuk berbuat adalah…… Pertanyaan ketiga, firman yang menuntut tidak melakukan sesuatu perbuatan dengan tuntutan yang pasti adalah…. dst.

Guru membuat jawaban benar secara acak dan secara vertikal, diagonal maupun horizontal dengan disertai huruf pengecoh pada lembar kerja yang telah disediakan. Selanjutnya siswa diminta untuk menjawab dengan cara mengarsir jawaban yang benar pada lembar kerja. Berikan poin atau nilai kepada siswa yang berhasil menjawab dengan benar.

Baca juga:   Belajar Bangun Ruang dengan Bermain Game

Dengan menggunakan model pembelajaran Word Square yang dapat dipraktikkan pada siswa kelas XII baik pada jurusan IPS, IPA ataupun bahasa pada sekolah MA. Utamanya siswa diharapkan mampu memahami materi dengan baik, melatih siswa untuk disiplin, teliti dan kritis serta merangsang siswa untuk berpikir secara efektif. Harapannya, pembelajaran akan lebih berorientasi pada siswa akan tercapai. Dengan demikian, harapan pencapaian kompetensi yang pada penggunaan kurikulum 13 yaitu mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik atau siswa dapat berhasil dengan baik. (ikd1/ida)

Guru Mata Pelajaran Ilmu Fiqih MAN Kendal

Author

Populer

Lainnya