Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup bagi Warga Sekolah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEBERADAAN bumi itu seperti manusia. Semakin hari bertambah tua. Fungsi organ tubuhnyapun otomatis terus berkurang. Bagi manusia sendiri, agar fungsi organ tubuhnya terus berjalan perlu olah raga, istirahat yang cukup, konsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi. Sedangkan bagi bumi perlu usaha yang disebut pelestarian fungsi lingkungan.
Pelestarian fungsi lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup ( Pasal 1 UU RI Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlidungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ). Dari difinisi tersebut jelas sasaran pelestarian lingkungan hidup adalah daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk memdukung perikehidupan manusia, makhluk hidup lain, dan keseimbangan antar keduannya.

Sedangkan daya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi dan atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya.

Pelestarian fungsi lingkungan tanggung jawab semua orang termasuk sekolah.
Secara tegas ini dinyatakan dalam Pasal 67 UU RI Nomor 32 Tahun 2009. Dalam pasal itu dinyatakan setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mengendalikan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan.

Sementara itu sekolah adalah lembaga pendidikan formal. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sekolah didifinisikan sebagai lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran ( pendidikan ). Jika dikaitkan dengan pasal 67 UU RI di atas, maka yang harus dilakukan sekolah adalah memberi pendidikan lingkungan kepada warga sekolah. Warga sekolah yang dimaksud adalah guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik dan orang-orang yang berada dalam lingkungan sekolah.

Baca juga:   Efektivitas Kegiatan Ekonomi dengan Gallery Walk

Pendidikan lingkungan ini adalah hak semua warga sekolah diatas. Secara tegas ini disampaikan dalam Pasal 65 Ayat 2 UU RI Nomor 32 tahun 2009. Dalam pasal tersebut dinyatakan setiap orag berhak mendapatkan pendidikan lingkungan hidup, akses informasi, akses partisipasi, dan akses keadilan dalam memenuhi hak atas lingkungan hidup yang baik, sehat, aman serta nyaman.

Idealnya pendidikan lingkungan hidup ini disampaikan dalam kegiatan pembelajaran.
Di sekolah kegiatan tersebut terbagi tiga jenis yaitu intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Secara sederhana kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan guru dan siswa secara tatap muka yang dilaksanakan disekolah. Kegitan kurikuler adalah pendukung kegiatan intrakurikuler seperti penugasan oleh guru pada siswa. Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan bakat dan minat siswa.

Dalam kegiatan ekstrakurikuler, pendidikan lingkungan hidup dapat diintregrasikan dalam mata pelajaran. Sekedar contoh, dalam pelajaran Bahasa Indonesia guru dapat membelajarkan siswa menganalisis tesk bertema “ Penanggulangan Kerusakan Lingkungan Hidup”.
Dengan cara ini selain siswa belajar mengenai materi Bahasa Indonesia secara tidak langsung juga mendapat pengetahuan cara penanggulangan kerusakan lingkungan dalam teks yang dijadikan guru sumber belajar. Sedangkan untuk kegiatan kokurikuler guru dapat menugasi siswa mencari atau mendata bentuk-bentuk kerusakan lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Selain itu sekolah juga dapat menambah referensi buku-buku bertema lingkungan di perpustakaan sekolah. Tujuannya sebagai akses informasi siswa tentang lingkungan hidup.

Baca juga:   Cooperatif Learning Tingkatkan Aktivitas Belajar Peserta Didik

Selain cara di atas, sekolah dapat bekerja sama dengan lembaga lain seperti Dinas Lingkungan Hidup untuk memberikan informasi kepada warga sekolah tentang cara pelestarian fungsi lingkungan. Dengan demikian pemahaman warga sekolah tentang pelestarian lingkungan pasti akan terbentuk.

Pendidikan lingkungan hidup di sekolah juga diberikan dengan memberi akses partisipasi lingkungan kepada warga sekolah . Sekedar contoh SDN 2 Sojomerto membuat program Jumat bersih dan Jumat peduli lingkungan setiap bulan pada minggu ke empat.
Demikian pelestarian fungsi lingkungan di sekolah. Semua ini hanya alternatif kegiatan yang memungkinkan dilaksanakan di sekolah. Artinya masih banyak alternatif lain yang dapat dilakukan. Satu hal yang pasti, apapun bentuk kegiatannya harus di kembalikan pada tujuan awal pelestarian lingkungan hidup yaitu memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan. (pgn2/zal)

Guru SDN 2 Sojomerto, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya