Pemanfaatan Diksi Dalam Lagu Untuk Tulis Puisi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang unik. Keunikan itu terletak pada bahasa yang digunakan. Bahasa dalam puisi sedikit berbeda dengan bahasa dalam karya sastra lain misalnya cerpen, novel, atau drama. Dalam novel, cerpen, atau drama bahasa yang digunakan bersifat mengurai atau menjelaskan. Persoalan dikupas di dalam cerita secara detail sehingga dapat dipahami pembaca dengan mudah.

Sedangkan dalam puisi bahasa yang digunakan singkat dan padat. Maksudnya bahwa puisi ditulis dengan larik-larik yang singkat tetapi sarat dengan makna. Puisi dapat memiliki makna yang berbeda sesuai dengan penafsiran pembaca.

Keunikan lain yang terdapat dalam puisi adalah penggunaan unsur-unsur intrinsiknya. Keberadaan unsur-unsur intrinsik tersebut diciptakan oleh penyair untuk mengemas ide menjadi karya sastra yang sarat dengan unsur estetis. Misalnya penggunaan rima, citraan, majas, diksi, maupun tipografi.

Berpijak pada kenyataan di atas, dapat dinyatakan bahwa menulis puisi bukanlah hal yang mudah, karena harus memperhatikan banyak hal. Selain harus memperhatikan ide yang mendasarinya, harus pula memperhatikan bahasa yang menjadi kemasannya. Untuk itu, dalam tulisan sederhana ini akan dibahas tentang teknik penulisan puisi dengan memanfaatkan diksi-diksi dalam lagu untuk menulis puisi agar dapat menghasilkan puisi yang sesuai dengan harapan. Berikut ini akan diuraikan teknik penulisan puisi tersebut dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Baca juga:   Kolaborasi Sway dan Padlet Tingkatkan Kompetensi Menulis Se Présenter

Pertama, siswa membaca contoh beberapa lirik lagu misalnya dua atau tiga yang sudah disiapkan oleh guru secara berulang-ulang. Dalam tulisan ini hanya dicontohkan satu lirik lagu. Lagu tersebut berjudul “Yogyakarta” yang dinyanyikan oleh Kla Project dengan lirik: Pulang ke kotamu/ Ada setangkup haru dalam rindu/ Masih seperti dulu tiap sudut menyapaku bersahabat/ Penuh selaksa makna/ Terhanyut aku akan nostalgi/ Saat kita sering luangkan waktu/ Nikmati bersama suasana jogja/ Di persimpangan langkahku terhenti/ Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera/ Orang duduk bersila/ Musisi jalanan mulai beraksi/ Seiring laraku kehilanganmu/ Merintih sendiri ditelan deru kotamu/ Walau kini kau tlah tiada tak kembali/ Namun kotamu hadirkan senyummu abadi/ zinkan aku untuk slalu pulang lagi/ Bila hati mulai sepi tanpa terobati/ Izinkanlah aku untuk selalu pulang lagi/ Bila hati mulai sepi tanpa terobati.

Kedua, siswa menemukan diksi-diksi segar yang terdapat dalam lirik lagu yang sudah dibaca berulang-ulang. Diksi segar yang ditemukan dalam lirik lagu Yogyakarta misalnya: setangkup haru, tiap sudut, menyapaku, selaksa makna, nostalgi, di persimpangan, langkahku, sajian khas berselera, musisi jalanan, laraku, merintih, ditelan deru kotamu, kotamu hadirkan, senyummu abadi, hati mulai sepi.

Baca juga:   Tingkatkan Pemahaman Operasi Bilangan Pecahan dengan Realistic Mathematics Education

Ketiga, diksi-diksi segar yang ditemukan dalam lirik lagu di atas digunakan untuk menulis puisi dengan tema tertentu di bawah panduan guru. Siswa menulis puisi dalam waktu yang ditentukan sesuai dengan waktu yang tersedia dalam proses pembelajaran.

Keempat, editing atau menyunting. Editing bisa dilakukan sekaligus dalam proses menulis atau setelah selesai menulis puisi. Jika editing akan dilakukan dalam proses menulis berarti setelah menulis satu-dua larik, atau satu bait langsung diedit. Begitu seterusnya sampai selesai. Akan tetapi, jika akan dilakukan setelah selesai berarti setelah selesai menulis kemudian dilakukan editing.

Sebagai guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Kendal saya telah menerapkan teknik pembelajaran ini dan terbukti dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam nenulis puisi. Selain itu siswa merasa senang, lebih kreatif dan termotivasi. (pgn2/ton)

Guru SMA Negeri 2 Kendal

Author

Populer

Lainnya