Meningkatkan Disiplin Guru Tugas Kepala Sekolah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DALAM pembelajaran di kelas, guru dituntut mampu mengelola kelas, menyediakan kondisi yang kondusif, lingkungan yang aman dan nyaman, memberikan rasa tenang, sehigga siswa betah belajar di dalam kelas. Guru sebagai pendidik profesional dituntut melaksanakan tugasnya dengan penuh dedikasi serta memiliki disiplin yang tinggi.

Namun kenyataan di lapangan, banyak guru kerap tidak disiplin, baik waktu dan keaktifan dalam memberikan pengajaran. Sehingga perlu ada pengawasan dan pembinaan, sehingga menjadi guru yang berdisiplin tinggi. Penanggung jawab mendisiplinkan guru adalah kepala madrasah. Ini karena kewenangannya sebagai manajer, pembina, administrator, dan sebagai supervisor.

Kepala madrasah/sekolah dalam rangka mewujudkan agar guru memiliki budaya disiplin kerja yang baik, perlu adanya usaha-usaha. Menurut Umi Chulsum (2006:688), usaha adalah upaya kegiatan dengan mengerahkan tenaga dan pikiran, pekerjaan, mata pencaharian, nafkah, kegiatan di bidang perdagangan, kegiatan dibidang industri dsb. Sedangkan menurut komarudin (1979: 113) disiplin adalah suatu keadaan yang menunjukkan suasana tertib dan teratur dihasilkan oleh orang-orang yang berada di bawah sebuah organisasi peraturan yang berlaku, dihormati, dan diikuti.

Namun disiplin dapat dilihat dari berbagai aspek. Di MTs Negeri Batang hanya membaginya dalam empat hal, yaitu pertama, disiplin dalam kedatangan di madrasah/sekolah. Di MTs Negeri Batang Kehadiran dan kedatangan guru maksimal pukul 06.50, mengisi daftar kehadiran melalui alat penjer wajah/retina. Kehadiran guru harus didorong oleh adanya kesadaran bahwa ia mempunyai tugas paedagogis yaitu mengajar, membimbing, dan memimpin anak didik, bukan hanya semata- mata tugas melainkan ibadah. Kepala madrasah sebagai supervisor dapat menjadi contoh bagi guru di dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik di sekolah. Kehadiran kepala madrasah di madrasa/sekolah, akan mempengaruhi berhasil tidaknya tingkat disiplin para guru tersebut.
Kedua, disiplin mengajar. Pada waktu guru mengajar, mendidik, melatih, dan mentransfer pengetahuan maupun keterampilan kepada peserta didik sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh kepala madrasah.

Baca juga:   Penerapan PHBS dapat Meningkatkan Kesehatan Warga Sekolah

Ketiga, disiplin saat guru pulang. Di samping guru memiliki disiplin datang dan disiplin mengajar, ia juga harus memiliki disiplin pulang. Di MTs Negeri Batang waktu pulang untuk hari Senin sampai Kamis pukul 14.30. Sedangkan Jumat pukul 11.30, dan Sabtu pukul 15.00. Guru adalah orang-orang yang dipercaya dapat digugu dan ditiru serta diteladani, seharusnya patuh dan taat terhadap segala peraturan dan tata tertib madrasah/sekolah. Guru yang pulang sebelum jam belajar berakhir, akan mengakibatkan kegagalan pada proses belajar mengajar di sekolah dan itu berakibat pula kerugian pada dirinya sendiri maupun bagi anak didiknya.

Keempat, disiplin guru terhadap peraturan dan tata tertib madrasah/sekolah. Pada setiap organisasi/lembaga perlu ada peraturan dan tata tertib. Madrasah/sekolah sebagai lembaga pendidikan, mutlak adanya peraturan dan tata tertib yang harus dipatuhi oleh semua warga madrasah/sekolah, khususnya para guru sebagai pendidik dan pengajar yang merupakan teladan dan panutan baik di madrasah/sekolah maupun di masyarakat di mana meraka tinggal. Kepala madrasah/sekolah dalam hal pengelolaan madrasah/sekolah, terutama pelaksanaan disiplin pada peraturan dan tata tertib merupakan penanggung jawab utama. Ia berkedudukan sebagai pemimpin utama madrasah/sekolah yang berkekuatan hukum, dan ia merupakan teladan dan motivator atas peningkatan kedisiplinan bagi semua warga madrasah/sekolah.

Baca juga:   Home Visit, Strategi Jitu Bangun Kedekatan Guru dan Peserta Didik

Dalam upaya untuk meningkatkan disiplin guru kepala MTs Negeri Batang telah melakukan beberapa hal rutin dan berkelanjutan. Pertama, pembuatan jadwal rapat dan program kerja. Kedua, mengadakan bimbingan kepada dewan guru. Kepala madrasah/sekolah mempunyai kewajiban memantau dan mengawasi semua kegiatan madrasah/sekolah. Ketiga, memberikan punishment dan reward. Keempat, memeriksa perangkat atau administrasi pembelajaran guru. Kelima, mengadakan rapat. Rapat dewan guru, merupakan pertemuan semua guru dan kepala madrasah satu bulan sekali pada hari Sabtu minggu pertama yang dipimpin oleh kepala madrasah. Kepemimpinan kepala madrasah yang baik akan menghasilkan tingkat disiplin guru yang baik pula. Hal ini tercermin pada sikap dan tindakannya sehari-hari di sekolah. (pgn2/ida)
Kepala MTs Negeri Batang Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya