Inquiry Learning untuk Menulis Teks Eksplanasi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KOMPETENSI pelajaran Bahasa Inggris di tingkat Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah mencakup 4 ketrampilan berbahasa, yaitu mendengar, membaca , berbicara dan menulis . Dari ke-empat ketrampilan berbahasa, ketrampilan menulis dianggap oleh siswa yang paling sulit. Tarigan (2008:3) mengatakan bahwa menulis merupakan suatu ketrampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain.

Teks Eksplanasi adalah sebuah teks yang berisikan tentang proses bagaimana dan mengapa sesuatu terjadi dan pembahasan selalu terkait sesuatu topik. Topik-topik tersebut berhubungan dengan fenomena alam, budaya, ilmu pengetahuan dan berbagai hal lainnya. Teks ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca agar suatu topik lebih mudah dipahami.

Dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi, banyak siswa kelas XI MAN Kendal mengalami kesulitan dalam menulis genre ini. Sehingga saat siswa diminta untuk menulis teks eksplanasi, hasil teks siswa belum menunjukkan struktur teks, ciri kebahasaan dan fungsi sosial teks eksplanasi. Nilai siswa masih dibawah kriteria ketuntasan Minimal (KKM) 75 khususnya untuk ketrampilan menulis

Untuk meningkatkan ketrampilan menulis, penulis menggunakan metode Inquiry Learning. Menurut Hamdani (2010:182) inkuiri merupakan salah satu cara belajar atau penelaahan yang bersifat mencari pemecahan permasalahan secara kritis dan analisis dengan menggunakan langkah-langkah tertentu menuju suatu kesimpulan oleh data atau kenyataan.

Baca juga:   Pengaruh Layanan Konseling Kelompok Terhadap Harga Diri

Penerapan metode Inquiry Learning akan membantu siswa agar bisa menulis teks eksplanasi yang sesuai struktur teks, ciri kebahasaan dan fungsi sosialnya. Langkah-langkah dalam metode Inquiry Learning sangat sesuai untuk menulis teks eksplanasi.
Langkah pertama siswa diminta untuk membaca teks dengan judul “Flood” pada buku siswa (pra pembelajaran), kemudian guru mengajukan beberapa pertanyaan berupa masalah yang berkaitan dengan teks berupa penyebab terjadinya banjir, pencegahan agar tidak terjadi banjir serta penanggulangan banjir (menetapkan masalah), selanjutnya siswa merumuskan hipotesis/jawaban tentang masalah yang berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan konteks pembelajaran (merumuskan hipotesis), lalu siswa diminta untuk menjawab pertanyaan bacaan yang ada pada buku siswa.

Selanjutnya siswa dibagi dalam kelompok kecil terdiri dari 4 siswa, kemudian siswa mulai melakukan pengamatan dan merencanakan akan melakukan kegiatan penelitian tentang penyebab banjir sesuai dengan hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran (melaksanakan penelitian), Setiap kelompok berdiskusi menentukan struktur teks eksplanasi, Setiap kelompok mendiskusikan ide pokok dan unsur kebahasaan yang terdapat pada setiap bagian sruktur teks, Setiap kelompok menyusun teks eksplanasi dengan menggunakan kata-kata sendiri, berpedoman pada teks eksplanasi “Flood” (mengolah dan menganalisis data), Masing-masing kelompok memberikan penilaian terhadap hasil kerja kelompok lainnya (menguju hipotesis), Masing-masing siswa membuat kesimpulan tentang hasil pembelajaran (membuat simpulan umum), Selanjutnya setiap kelompok diwakili satu anngotanya membacakan hasil tulisan mereka ke depan kelas (Menyajikan Hasil).

Baca juga:   Metode Cecek Tingkatkan Semangat Belajar APBN dan APBD

Dengan penerapan metode Inquiry learning dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi, diharapkan mampu meningkatkan ketrampilan menulis pada siswa kelas XI MAN Kendal. Metode Inquiry Learning memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan lebih aktif dalam pembelajaran, sehingga belajar lebih menyenangkan serta minat menulis siswa meningkat. Peran siswa dalam pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri konsep materi pelajaran, sedangkan guru hanya berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar. (pgn1/zal)

Guru Bahasa Inggris MAN Kendal

Author

Populer

Lainnya