Video Tingkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Haji

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Banyak faktor yang menjadi penyebab kurang perhatian dan rendahnya nilai hasil belajar siswa dalam pembelajaran materi haji di SMKN 1 Kendal. Salah satunya penggunaan metode dan media pembelajaran kurang tepat yang menyebabkan pembelajaran membosankan. Padahal materi haji membutuhkan perhatian yang sungguh-sungguh. Dari perhatian yang sungguh-sungguh siswa akan lebih dapat memahami materi yang diajarkan, sehingga dapat meningkatkan nilai hasil belajarnya (Nur Uhbiyati, 1991).

Materi haji juga membutuhkan pemahaman yang utuh dan benar dalam pelaksanaannya, sebab bagi guru PAI lebih-lebih siswa yang belum pernah melaksanakan haji akan menghadapi kesulitan jika materi haji tidak dipahami secara detail. Selain itu ibadah haji satu-satunya ibadah di Tanah Suci yang harus memenuhi syarat dan rukunnya. Jika salah satu dari syarat dan rukun haji ditinggalkan, maka haji seseorang tidak sah.

Masalah perhatian siswa ini sangat penting, sebab tanpa perhatian yang maksimal dari siswa proses belajar mengajar tidak ada artinya sama sekali. Di antara tanda-tanda siswa yang kurang memiliki perhatian yang penulis observasi saat pembelajaran di kelas seperti sikap bersenda gurau, ngobrol sendiri-sendiri, mengantuk dan pura-pura izin keluar kelas dengan alasan yang tidak jelas. Sebab perhatian yang kurang serius menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa yang rendah. (Widodo, 2013).

Baca juga:   Meningkatkan Motivasi Belajar dengan Layanan Konsultasi saat Pandemi

Sehubungan dengan hal di atas, penulis sebagai guru Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Kendal dalam upaya meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi haji, mencoba melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan media video di kelas X jurusan Busana Butik 2 yang penulis ajar. Diharapkan dari media video tersebut PBM tentang materi haji akan berjalan efektif dan efisien, yaitu terjadinya peningkatan perhatian peserta didik.

Ada beberapa hal yang menyebabkan peserta didik kesulitan dalam memahami materi haji, yaitu belum semua guru PAI melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah, sehingga materi yang diajarkan masih bersifat teoritik dan abstrak. Faktor lain masih banyak siswa yang menganggap materi haji kurang penting, sebab ibadah haji dianggap salah satu rukun Islam yang tidak harus segera dilaksanakan tidak seperti ibadah lain, seperti salat dan puasa; dan faktor berikutnya adalah keterbatasan waktu untuk menjelaskan materi haji secara kongkrit.

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang penulis lakukan maka dapat disimpulkan, bahwa Pertama, aktifitas guru dalam melaksanakan pembelajaran materi haji di kelas X Busana Butik 2 SMKN 1 Kendal dengan menggunakan video meningkat. Kedua, perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran materi haji kelasa X Busana Butik 2 SMKN 1 Kendal dengan menggunakan media video juga semakin meningkat yang ditandai dengan tidak ada lagi siswa yang bersenda gurau, ngobrol sendiri, mengantuk dan lain-lain, semua siswa aktif mengikuti pelajaran. Ketiga, nilai hasil siswa dalam pembelajaran haji kelas X Busana Butik 2 meningkat dari hasil ketuntasan sebelumnya dari sebanyak 69 % meningkat menjadi 100 % tuntas.

Baca juga:   Strategi Anti selfie di Sekolah

Dengan penggunaan media video dalam pembelajaran haji ini diharapkan dapat menambah wawasan selain pengetahuan tentang haji yang konkrit baik bagi guru maupun siswa. Selain itu, dapat juga sebagai bahan kajian materi haji berikutnya dalam upaya mengefektifkan proses belajar mengajar dengan harapan agar tujuan pembelajaran materi haji tercapai secara efektif dan efisien. (pgn2/ton)

Guru PAI dan Budi Pekerti SMKN 1 Kendal

Author

Populer

Lainnya