Asyiknya Bermain Peran dalam Belajar Jurnal Umum

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PELAJARAN akuntansi merupakan pelajaran yang gampang-gampang susah. Jika dasar kuntansi tidak dipahami peserta didik maka untuk dapat memahami siklus akuntansi selanjutnya akan mengalami kesulitan. Oleh sebab itu seorang guru harus mampu menerapkan strategi atau model pembelajaran yang tepat untuk mendasari peserta didik agar dapat memahami akuntansi.

Jurnal umum merupakan kegiatan pencatatan transaksi yang terjadi pada perusahaan dimana dalam kegiatan pencatatannya membutuhkan proses menganalisa transaksi terlebih dahulu agar dapat menarik kesimpulan perubahan yang terjadi pada keuangan perusahaan atas transaksi tersebut. Perubahan keuangan yang dimaksud adalah apakah harta, utang dan modal perusahaan menjadi bertambah atau berkurang. Hal ini akan sulit dipahami peserta didik jika seorang guru hanya menerangkan dengan metode ceramah saja.

Belajar dengan metode bermain peran sangat efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran akuntansi yaitu menganalisa transaksi hingga mencatatnya dalam jurnal umum. Metode bermain peran ini dikategorikan sebagai metode belajar yang berumpun kepada metode perilaku yang diterapkan dalam kegiatan pengembangan. Karakteristiknya adalah adanya kecenderungan memecahkan tugas belajar dalam sejumlah perilaku yang berurutan, konkret dan dapat diamati. Bermain peran dikenal juga dengan sebutan bermain pura-pura, khayalan, fantasi, make belive, atau simbolik.
Menurut Piaget, awal main peran dapat menjadi bukti perilaku anak. Ia menyatakan bahwa main peran ditandai oleh penerapan cerita pada objek dan mengulang perilaku menyenangkan yang diingatnya. Piaget menyatakan bahwa keterlibatan anak dalam main peran dan upaya anak mencapai tahap yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak lainnya disebut sebagai collective symbolism. Ia juga menerangkan percakapan lisan yang anak lakukan dengan diri sendiri sebagai idiosyncratic soliloquies.

Baca juga:   Writing Skill Tetap Asyik dengan VCD

Belajar dengan metode bermain peran penulis terapkan pada materi analisa transaksi dan jurnal umum perusahaan jasa di kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kaliwungu dengan cara guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta didik. Masing masing kelompok diberikan lembar kerja peserta didik (LKPD) yang berisikan sejumlah transaksi. Masing-masing kelompok membagi peran berdasarkan transaksi yang ada yaitu sebagai pihak perusahaan, pelanggan, debitur, kreditur, dan pihak-pihak lain yang berhubungan dengan transaksi tersebut.

Selanjutnya masing-masing kelompok memerankan kegiatan yang ada dalam transaksi dan menganalisa transaksi tersebut terhadap pengaruh perubahan keuangan perusahaan. Kelompok lain memperhatikan dan mengevaluasi hasil analisa kelompok yang maju atas kebenaran analisa transaksi tersebut. Guru memberikan penguatan atas hasil belajar peserta didik secara umum serta memberikan simpulan.

Model bermain peran memungkinkan peserta didik terlibat aktif karena masing masing peserta didik harus memerankan salah satu pihak yang muncul dalam suatu transaksi, hal ini dapat meningkatkan semangat belajar peserta didik serta memudahkan peserta didik untuk memahami kompetensi dasar analisa transaksi dan jurnal umum. Peserta didik saling kerjasama, yang semula tidak mau kerja kelompok dengan teman menjadi saling bekerja sama sesama kelompok. Berani mengeluarkan penadapat, mampu menunjukkan kemampuan dalam bermain peran dan mau mengajukan pertanyaan apabila menjumpai hal-hal yang belum jelas. Timbul sikap tanggung jawab pada diri sendiri dan juga kelompoknya. (pgn2/zal)

Baca juga:   Belanja Kompetensi Aktifkan Pembelajaran PPKn

Guru Ekonomi SMAN 1 Kaliwungu, Kendal

Author

Populer

Lainnya