Peningkatan Penguasaan Irregular Verbs melalui Kahoot

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Media pembelajaran mempunyai pengaruh yang cukup signifikan dalam proses belajar mengajar. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi pelajaran yang diberikan guru di kelas. Ada banyak pilihan media pembelajaran baik yang konvensional maupun yang modern, offline maupun online. Salah satu media pembelajarn online yang menarik minat peserta didik dan dapat diaplikasikan di kelas adalah Kahoot.

Apa itu Kahoot? Kahoot adalah platform pembelajaran berbasis permainan yang menggunakan teknologi pendidikan di dalam sekolah dan institusi pendidikan lainnya. Kahoot berupa aplikasi permainan, kuis pilihan ganda yang dilakukan secara online melalui web browser.

Tujuan pembelajaran Bahasa Inggris adalah peserta didik mampu berkomunikasi baik lisan maupun tulis. Kesulitan yang paling banyak dialami para peserta didik adalah kurangnya penguasaan kosa kata dalam bahasa Inggris. Pada pembelajara Bahsa Inggris di kelas 8 KD. 3. 11 tentang Recount Text, peserta didik harus menguasai kata kerja dalam bentuk lampau, utamanya irregular verbs atau kata kerja yang tidak beraturan. Untuk itu, penulis memilih media Kahoot sebagai sarana untuk meningkatkan penguasaan kata kerja yang tidak beraturan. Selain menarik dan interaktif, Kahoot juga mudah dimainkan karena menggunakan smartphone yang dimiliki hampir semua peserta didik. Di SMP Negeri 12, peserta didik diperbolehkan membawa smart phone untuk keperluan pembelajaran.

Baca juga:   Gaya Belajar Alamiah Keluargaku dengan Pendekatan Inkuiry

Untuk membuat soal menggunakan Kahoot tidaklah sulit. Kita cukup masuk ke https://getkahoot.com/ kemudian mendaftar. Setelah memiliki akun Kahoot, kita bisa memulai membuat Quiz dan bisa dilengkapi dengan gambar maupun video ke dalam soal tersebut. Pada materi irregular verbs, guru memasukkan salah satu kata kerja yang tidak beraturan pada soal dan diberi pilihan kata kerja bentuk lampau yang tepat. Setelah soal siap, kita sebagai host bisa membagikan kode berupa 7 digit angka kepada peserta didik yang akan bergabung. Peserta didik bisa bergabung tanpa harus mendaftar terlebih dahulu. Mereka hanya perlu memasukkan kode angka yang telah dibagikan oleh guru. Tampilan di smartphone peserta didik hanya pertanyaan dan 4 simbol yang menunjukkan pilihan jawaban. Sedangkan pilihan bisa dilihat di Scoreboard layar LCD. Di sini dibutuhkan konsentrasi yang tinggi sehingga bisa memilih jawaban yang tepat. Kelas menjadi hidup dengan gelak tawa yang berpadu dengan teriakan kecewa bila mereka salah dalam menjawab pertanyaan. Dengan menggunakan media Kahoot ini anak juga sekaligus belajar dari analisa soal bersama karena setiap satu soal selesai dijawab maka akan muncul jawaban yang benar disertai siapa yang menjawab soal dengan tepat dan cepat pada scoreboard. Waktu untuk menjawab soal bisa diatur sesuai dengan tingkat kesulitan soal. Diiringi musik dari Kahoot yang ceria para peserta didik akan merasa nyaman dan senang dalam belajar. Di akhir sesi, selain kita bisa mengetahui feedback peserta berupa emoticon perasaan mereka kita juga bisa melihat hasil akhir tes yang kita berikan.

Baca juga:   Belajar Teks Narrative Lebih Menantang dengan Reading Guide

Melalui proses pembelajaran yang menyenangkan peserta didik diharapkan akan dapat meningkatkan prestasi mereka di masa yang akan datang. Mensikapi generasi kini yang sangat akrab dengan gadget menantang kita para guru untuk memaksimalkan penggunaan gadget untuk pembelajaran dengan terus belajar dan memilih media yang tepat dan menyenangkan peserta didik. (gml1/ton)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 12 Semarang

Author

Populer

Lainnya