Belajar Asyik Materi Cahaya dengan Problem Based Learning

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mata pelajaran IPA oleh siswa masih dianggap sebagai salah satu pelajaran yang sulit. Kurangnya minat siswa dalam mata pelajaran IPA juga mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan pada proses pembelajaran yang sedang berlangsung minat siswa terhadap mata pelajaran ini masih rendah. Ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang kurang memperhatikan ketika guru sedang menerangkan.

Pada materi cahaya merupakan materi kelas delapan semester dua dimana materi ini berisi pemantulan cahaya pada cermin datar, cermin cekung juga cermin cembung selain itu juga ada materi lensa cembung dan lensa cekung. Materi cahaya ini banyak dan sulit untuk sekadar di pahami oleh siswa. Ketuntasan hasil belajar siswa di SMP Negeri 34 Semarang masih di bawah KKM. Dibutuhkan suatu metoda pembelajaran yang dapat berpengaruh dan menggugah minat siswa sehingga pembelajaran yang sedang berlangsung bisa berjalan maksimal dan pembelajaran tidak monoton dan tidak membosankan bagi siswa.

Menurut Kamdi (2007: 77) model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan model kurikulum yang berhubungan dengan kontek sosial siswa. Masalah harus berakar pada materi subjek dari kurikulum. Problem based Learning merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran dimana dalam implementasi PBL ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa, tidak hanya mendengar, mencatat, kemudian menghafal materi. Tetapi melalui model PBL ini siswa menjadi aktif berfikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data. Aktivitas pembelajaran ini diarahkan untuk menyelesaikan masalah menggunakan pendekatan berfikir secara ilmiah.
Menurut Nurhadi (2004:65) PBL merupakan kegiatan interaksi antara stimulus dan respon. Hubungan ini membuat komunikasi dua arah belajar dan lingkungan. Lingkungan memberi masukan kepada siswa berupa bantuan dan masalah, sedangkan sistem saraf otak berfungsi menafsirkan secara efektif sehingga yang dihadapi dapat diselidiki, dinilai, dianalisis serta dicari pemecahannya dengan baik.

Baca juga:   Peer Counseling Efektif Membantu Penyelesaian Masalah

PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang menantang siswa untuk belajar, bekerja secara berkelompok ataupun mandiri untuk mencari solusi dari suatu permasalahan kontekstual. Sehingga merangsang siswa untuk belajar, mengikat siswa pada rasa ingin tahu pada pembelajaran yang dimaksud.

Problem based learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang menghadapkan siswa pada masalah dunia nyata untuk memulai pembelajaran. Selain itu tujuan dari PBL adalah mendorong kerja sama antarsiswa di dalam penyelesaian tugas. Melibatkan siswa di dalam penyelidikan yang memungkinkan mereka memahami dan menjelaskan fenomena dunia nyata, selain itu juga melibatkan ranah (kognitif, afektif dan psikomotorik) pada siswa secara seimbang, membangun optimisme siswa bahwa masalah adalah sesuatu yang harus dipecahkan bukan dihindari.

Kelebihan model PBL ini yaitu melibatkan secara aktif dan menuntut ketrampilan berpikir siswa lebih tinggi. Siswa dapat merasakan manfaat dari pembelajaran ini sebab dapat menyelesaikan masalah dan langsung dikaitkan dengan kehidupan nyata.
Pengondisian proses KBM berlangsung dengan lancar sehingga pencapaian ketuntasan siswa secara nyata, dapat diharapkan, selain itu problem based learning dapat menumbuhkembangkan kemampuan siswa dalam berkreativitas baik secara individual maupun berkelompok. (gml1/lis)

Baca juga:   TTS sebagai Media Ekspresif di Era Pandemi

Guru Mapel IPA SMP Negeri 34 Semarang

Author

Populer

Lainnya