Siapa Takut Daring?

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam rangka menjalankan imbauan pemerintah Di Rumah Saja, termasuk belajar di rumah, SMK Negeri 1 Lebakbarang Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah, memiliki trik khusus. Melalui sistem daring, para guru tetap menjalankan pembelajaran di rumah yang tidak kalah menyenangkan.

Bagi guru, peserta didik, dan institusi sekolah SMK Negeri 1 Lebakbarang yang sudah mulai menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring sejak Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) pada tahun 2016, format pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis internet ini tidak menjadi persoalan. Kami cukup menambah porsi pertemuan daringnya, atau mengganti sesi tatap muka di kelas menjadi pertemuan daring di internet.

Sebaliknya bagi sekolah yang secara institusi maupun individu kepala sekolah, guru, Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dan peserta didiknya tidak terbiasa dengan KBM daring, maka akan mengalami kegagapan. Sekolah harus melakukan adaptasi dengan cepat guna menjalankan KBM daring. Sayangnya, kegagapan ini berujung metode KBM yang tidak efektif, bahkan tidak manusiawi.

Guru memberikan beragam tugas yang bertumpuk lalu minta peserta didiknya mengumpulkan, tanpa memberikan umpan balik kepada peserta didiknya. Tanpa memberi umpan balik kepada peserta didik menandai KBM hanya berlangsung satu arah, bukan KBM yang dialogis. Ujung-ujungnya, peserta didik banyak yang mencurahkan kegalauannya di media sosial (medsos).

Baca juga:   Mengurutkan Pecahan Asyik dengan Media Buah Apel

Esensi pembelajaran, baik secara tatap muka di kelas maupun dilakukan secara daring, adalah dialog. Apapun metode (methods) dan alat (tools) yang digunakan dalam pembelajaran daring, dialog menjadi esensi yang seharusnya diperhatikan. Sekolah yang telah menerapkan Sistem Pembelajaran daring/online, sebagai implementasi Pendidikan Jarak Jauh pada Pendidikan Menengah, secara umum, kepala sekolah, guru, tenaga administrasi sekolah (TAS), dan peserta didiknya sudah terbiasa menggunakan metode dan alat yang beragam dalam pembelajaran daring.

Pembelajaran daring dengan memanfaatkan media komunikasi dalam pembelajaran web-enhaced (pembelajaran yang diperkaya dengan akses internet), yaitu jenis pembelajaran yang dilakukan daring dengan memakai teknologi internet untuk memfasilitasi pola tatap muka.

Sebagai kepala sekolah, saya telah lama menggunakan fasilitas internet untuk pembelajaran. saya menggunakan facebook, whatsapp, dan video conference untuk pembelajaranan. Bahan-bahan pembelajaran diunggah di WA, sehingga peserta didik bisa mengunduhnya. Pengumpulan beberapa tugas peserta didik juga dilakukan oleh peserta didik dengan menggunakan grup WA kelas/ Whats App Group (WAG).

Bukan hanya materi teks, seperti power point dan buku digital, pembelajaran juga bisa dilakukan dengan video conference (VC). Pada hakekatnya bahwa pembelajaran dapat terlaksana apabila terdapat interkasi antar guru dengan peserta didik serta sarana dan prasarana yang mendukung Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM), dan salah satunya penentu keberhasilan pada KBM adalah guru, jika seorang guru malas mengajar dan enggan membuat perangkat pembelajaran dengan kemajuan teknologi saat ini, maka apa yang terjadi pada hasil pendidikan, tiada lain peserta didik akan malas pula belajar. Berdasarkan kenyataan tersebut dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah maka dibutuhkan adanya kepala sekolah yang profesional yang mampu membimbing, menjadi teladan, dan mampu menggerakkan guru dan peserta didik dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah. (pkl1/ton)

Baca juga:   Menumbuhkan Kesadaran Prokes Sejak Usia Dini dengan Metode Berkisah

Kepala SMK Negeri 1 Lebakbarang Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya