Penggunaan Metode JAS pada Materi Sumber Daya Alam

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik atau SDA yang dapat diperbarui seperti hewan, tumbuhan dan mikroorganisme, tetapi juga komponena abiotik atau SDA yang tidak dapat diperbarui, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air dan tanah.

Pembelajaran materi IPS kelas VII mengenai sumber daya alam di SMP 2 Kedungwuni menggunakan metode jelajah, karena untuk lebih mengenal lingkungan alam sekitar terutama sumber daya alam yang dapat diperbarui tentang tumbuhan, hewan, tanah, udara, sinar matahari dan lainnya. Model pembelajaran jelajah lebih cocok untuk materi SDA.

Metode pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) suatu metode yang memiliki karakter menyenangkan, terekpresi secara exlusif yang melibatkan unsur unsur lingkungan luar sekolah/ fenomena alam lingkungan sekolah. Merupakan strategi pembelajaran Sumber daya Alam (SDA) yang menghibur, menyenangkan, proses penemuan (inquiry), ketrampilan berkarya , kerja sama, permainan yang mendidik , kompetensi, tantangan dan sportifitas (Mulyani:2008).
Sebagaimana telah dijelaskan Sutrisno dalam bukunya “Revolusi Pendidikan di Indonesia” bahwa edutainment berasal dari kata “education (pendidikan)” dan entertainment (hiburan”. Jadi edutainment dari segi bahasa berarti pendidikan yang menghibur atau menyenangkan.

Baca juga:   Penggunaan Instagram sebagai Sarana Pembelajaran Menulis Puisi

Adapun langkah-langkah dalam model pembelajaran JAS adalah sebagai berikut : 1) Guru menyiapkan materi bahan ajar yang diberikan untuk siswa. 2) Guru memberikan materi secara singkat. 3) Guru membentuk kelompok-kelompok kecil yang heterogen, setiap kelompok terdiri dari 4 sampai 5 siswa. 4) Guru membimbing siswa dalam melakukan pengamatan dilingkungan sekitar. 5) Setiap kelompok mengerjakan tugas dari guru berupa LKS yang sudah dirancang sebelumnya dan guru memberi bantuan secara individual kepada siswa yang membutuhkannya. 6) Setiap kelompok melaporkan hasil pengamatannya dengan mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. 7) Bila ada waktu guru memberikan tes untuk siswa secara individu. 8) Menjelang akhir pembelajaran guru memberikan pendalaman materi secara klasikal (Ridlo:2005).

Kelebihan-kelebihan yang dapat diperoleh melalui pembelajaran dengan Jelajah Alam Sekitar antara lain: 1) Siswa diajak secara langsung berhubungan dengan lingkungan sehingga mereka memperoleh pengalaman tentang masalah yang dipelajarinya. 2)Pengetahuan bisa diperoleh sendiri melalui hasil pengamatan, diskusi, belajar mandiri dari buku diktat sekolah, atau sumber lain. 3) Evaluasi tidak hanya didapat dari aspek kognitif, tetapi afektif dan jaga psikomotor. 4) Kerja kelompok lebih nyata. 5) Dengan pembelajaran JAS dapat membentuk pada diri siswa rasa sayang terhadap alam sehingga dapat menimbulkan minat untuk memelihara dan melestarikannya.

Baca juga:   Percobaan Asam Basa dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam Sekitar

Kekurangan-kekurangan yang dapat diperoleh melalui pembelajaran dengan Jelajah Alam Sekitar antara lain: 1) Tidak terkontrolnya proses belajar mengajar. 2) Menghabiskan banyak waktu. 3) Proses belajar mengajar kurang efektif.

Dengan pembelajaran IPS yang menyenangkan materi tentang SDA, siswa tidak harus hafalan akan tetapi dapat menyebutkan contoh SDA di lingkungan sekitar sekolah, mengamati , berdiskusi, bekerjasama antar kelompoknya dan yang paling utama akan membentuk karakter siswa memiliki rasa sayang terhadap lingkungan. Sehingga metode JAS pada materi SDA dapat membantu mewujudkan sekolah Adhi Wiyata SMP 2 Kedungwuni. (pkl2/ton)

Guru IPS SMP 2 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya