Belajar Tosin dengan Media Pop-up lebih Asyik

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN adalah peoses memanusiakan manusia. Pendidikan juga dipandang sebagai Sesutu yang universal, yang berlangsung terus menerus dari generasi ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, sangatlah penting peran media pembelajaran di dalam dunia pendidikan yakni untuk menggabungkan gagasan, pemikiran dari setiap latar belakang social-kebudayaan masuyarakat tertentu. Media pembelajaran adalah tekhnologi pembawa pesanyang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran (susilana dan riyana, 2009:6). Pemilihan media pembelajaran menjadi sangat penting guna mencipyakan pembeljaran yang aktif.

Peningkatan hasil pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sangat penting, karena merupakan sarana untuk mengkaji sesuatu yang terjadi dalam kehidupan manusia sehari-hari. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 01 Wisnu selama ini masih kurang kreatif dan inovatif. Metode pembekajaran yang sering digunakan hanya ceramah dan Tanya jawab. Model pembelaaran yang biasa ini membuat siswa kurang aktif sehingga mengakibatkan rendahnya prestasi belajar siswa dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang Fotosintesisi (tosin). Hal ini terlihat dari capaian hasil belajar siswa yang belum memenuhi nilai Kriteria Ketuntasan Minimal lebih dari lima puluh persen.

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh guru dalam membuat pembelajaran yang menarik, diantaranya dengan penggunaan media pembelajaran. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi fotosintesis di SDN 01 Wisnu, penulis dalam pembelajarannya berinovasi dengan media pembelajaran pop-up. Pop-up book adalah sebuah buku yang memiliki tampilan gambar yang bisa ditegakkan serta membentuk obyek-obyek yang indah serta dapat bergerak atau memberi efek yang menakjubkan (joko muktiono, 2003:65). Dengan menampilkan sesuatu bentuk tiga dimensi berupa tokoh kartun yang sudah terkenal dikalangan siswa membuat siswa semakin penasaran dan tertarik. Melalui media pop-up ini dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar yang berbentuk buku, disertai dengan pembelajaran edukatif tentang fotosintesis. Siswa diajak berpartisipasi dengan memberikan pertanyaan seputar cerita. Sebelum media pop-up diperlihatkan oleh guru, siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil. Kelompok kecil tersebut terdiri dari tiga sampai lima siswa.setelah kelompok terbentuk, kemudian guru memperlihatkan media pembelajaran yang berbentuk pop-up book.

Baca juga:   Fusion Project untuk Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Siswa

Media pop-up book ini bertemakan proses terjadinya fotosintesis pada tumbuhan hijau. Yang disesuaikan dengan materi yang akan dipelajarai. Siswa diminta berdiskusi dengan teman sekelompoknya. Hasil diskusi ditulis masing-masing anggota kelompok. Setelah siswa selesai berdiskusi dan menulis rangkuman hasil diskusi, setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan atau menjelaskan gambar pop-up book yang ada dikelompoknya tersebut di depan kelas. Kelompok lainnya mengomentari penjelasan atau paparan dari kelompok lainnya. Setelah semua kelompok menceritakan masing-masing gambar pop-up yang diberikan oleh guru di depan kelas, maka guru menjelaskan cerita atau materi yang terdapat pada media pop-up sebagai rangkuman hasil diskusi siswa di semua kelompok.

Pembelajaran seperti ini terbukti efektif memberikan kesan yang mendalam untuk siswa, siswa menjadi antusias dalam belajar, siswa lebih aktif dalam pembelajaran, dan hasil belajarpun meningkat drastic. Hal ini terbukti di SDN 01 Wisnu hasil belajar siswa yang memperoleh capaian diatas kriteria ketuntasan minimal mencapai Sembilan puluh lima persen. Ini membuktikan bahwa, media pembelajaran sangat penting dan sangat ber peran dalam meningkatkan capaian hasil belajar siswa. Pembelajaran yang diuraikan diatas memang sangat efektif, akan tetapi juga memiliki kekurangan-kekurangan. Kekurangan dari pembelajaran dengan media pop-up book diantaranya adalaha guru harus mempersiapakan media pop-up dengan tepat sehingga membutuhkan waktu yang lama, memilih tema yang tepat agar siswa lebih tertarik, dan pembelajarannyapun menyita waktu yang tidak sedikit. Maka dari itu perlu planning yang tepat jika guru akan menggunakan media pembelajaran pop-up book. Semoga bermanfaat. (pkl1/zal)

Baca juga:   Menggugah Semangat Belajar Daring dengan Whiteboard Animation

Guru SDN 01 Wisnu, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya