Belajar Serat Wulangreh Durma Asyik melalui Disco Tas Nani

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SERAT Wulangreh merupakan materi pembelajaran bahasa Jawa di tingkat SMP. Materi ini dipelajari dari kelas VII, VIII maupun IX, namun dengan pupuh yang berbeda-beda. Untuk pupuh Durma, dipelajari di kelas IX semester 2. Pada pembelajaran materi ini banyak siswa yang merasa kesulitan. Hal ini bisa dilihat dari setiap penilaian harian yang diperoleh para siswa. Banyak siswa yang masih mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Pada saat proses pembelajaran bisa diamati beberapa hal yang menjadi kesulitan belajar siswa. Beberapa di antaranya adalah banyak siswa yang belum mengetahui arti dari pupuh yang dipelajari. Karena banyak sekali menggunakan bahasa Jawa kuno yang masih asing di telinga para siswa. Dari ketidaktahuan arti tersebut menjadikan siswa tidak tahu maksud dari setiap pupuh yang dipelajari pada Serat Wulangreh Durma ini.

Untuk mengatasi hal tersebut, penulis perlu menggunakan model pembelajaran yang aktif dan inovatif. Model pembelajaran yang bisa memudahkan siswa dalam mempelajari materi tersebut. Dengan model pemebelajaran yang aktif dan inovatif diharapkan para siswa bisa meningkatkan hasil pembelajarannya. Untuk itu penulis menggunakan model pembelajaran Disco Tas Nani (Discovery Learning Berbantuan Kertas Warna Warni) pada siswa kelas IX D SMP Negeri 3 Pegandon.

Baca juga:   Literasi Digital, Mengikis Budaya Malu Bertanya di Kelas

Langkah-langkah pembelajaran dalam Disco Tas Nani ini adalah Stimulation (Stimulus), yakni, siswa diberi stimulus berupa pupuh dari tembang Durma pada setiap kelompok. Problem Statement (Identifikasi Masalah), siswa mencari kata-kata sulit pada setiap pupuh yang diterima dalam kelompoknya. Data Collecting (mengumpulkan data), siswa mengumpulkan kata-kata sulit dan mencari artinya dari kamus bahasa Jawa ataupun browsing dari internet. Data Processing (mengolah data), siswa menuliskan kata-kata sulit tadi di kertas warna warni yang dibentuk semenarik mungkin kemudian ditempelkan di kertas asturo (kertas pelangi). Verification (memverivikasi), siswa tiap-tiap kelompok menjelaskan maksud dari pupuh yang diterima pada materi Serat Wulangreh Durma pada kertas warna warni yang sudah dibuat. Generalization (menyimpulkan), siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran Serat Wulangreh Durma sehingga bisa menerapkan maksud dari setiap pupuh tadi dalam kehidupan sehari-hari.

Dari pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Disco Tas Nani tersebut para siswa dapat mengikuti proses pembelajaran secara aktif. Tidak ada siswa yang merasa bosan ataupun mengantuk. Semua siswa berperan secara aktif baik individu maupun kelompok dalam mencari maksud dari setiap pupuh Serat Wulangreh Durma. Setelah dilakukan penilaian harian hasil belajar lebih meningkat daripada semester satu kemarin. Dengan demikain model Disco Tas Nani bisa membuat siswa lebih menyenangkan dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas IX D SMP Negeri 3 Pegandon. (ikd2/ida)

Baca juga:   Memahami Makna Pakaian Adat Jawa secara Online

Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 3 Pegandon Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya