Metode PBL untuk Keterampilan Sosial Materi Kenakalan Remaja

spot_img

RADARSEMARANG.ID, IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari jenjang sekolah dasar hingga menengah. Melalui mata pelajaran IPS siswa diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis dan betanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan analisis terhadap kondisi masyarakat dalam memasuki kehidupan masyarakat yang dinamis. Salah satu keterampilan yang yang harus dimiliki siswa dalam mapel IPS adalah keterampilan sosial. Berkaitan dengan keterampilan sosial, maka tujuan pengembangan keterampilan sosial dalam mata pelajaran IPS adalah agar siswa mampu berinteraksi dengan teman-temannya sehingga mampu menyelesaikan tugas bersama dan hasil yang dicapai akan dirasakan kebaikannya oleh semua siswa. Model pembelajaran yang kurang efektif merupakan salah satu penyebab rendahnya keterampilan sosial pada siswa. Untuk itu perlu diterapkan model pembelajaran yang efekif sehingga mampu mengembangan keterampilan sosial siswa.

Salah upaya yang dilakukan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa di MTs. Negeri 1 Kendal pada materi Kenakalan Remaja adalah dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Menurut Suyatno (2009) model PBL merupakan proses pembelajaran yang menggunakan masalah dalam kehidupan nyata siswa sebagai titik awal dalam proses pembelajaran. Dalam PBL siswa dirangsang untuk mempelajari masalah berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka miliki sebelumnya untuk membentuk pengetahuan dan pengalaman baru

Baca juga:   Meningkatkan Literasi Digital Siswa di Era Digitalisasi

Langkah pembelajaran dalam model PBL diawali dengan membagi siswa ke dalam lima kelompok masing-masing akan membahas salah satu bentuk kenakalan remaja. Kelompok tersebut terdiri dari kelompok yang membahas materi pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, tawuran pelajar, balapan liar dan indisipliner di sekolah. Setelah kelompok terbentuk siswa dipersilahkan berdiskusi dengan panduan lembar kerja siswa untuk menyiapkan laporan essay tentang materi yang dibahas. Setiap kelompok mendapatkan satu gambar dan bahan bacaan mengenai bentuk kenakalan remaja sesuai materi yang ditugaskan. Masing-masing kelompok berdiskusi untuk menggali seluruh potensi pengalaman yang dimiliki tentang salah satu bentuk kenakalan remaja. Agar memudahkan untuk membuat laporan berupa essay setiap kelompok membuat peta konsep tentang point-point apa yang akan ditulis dalam laporan nanti.

Kegiatan yang dilakukan setelah diskusi selesei adalah menulis laporan essay secara individu dan menempel hasil laporan secara perwakilan tiap kelompok di depan kelas. Setiap individu bebas menuliskan laporannya secara essay sesuai apa yang dia pahami dan mengungkapkan pendapatnya tentang materi kenakalan remaja. Tahap berikutnya adalah presentasi hasil laporan masing-masing kelompok di depan kelas. Dalam presentasi ini kelompok lain boleh bertanya atau menanggapi materi yang disampaikan. Setelah semua kelompok melaksanakan presentasi, guru memberikan kesimpulan dan klarifikasi sekiranya ada yang perlu diluruskan dari pemahaman siswa.
Kelebihan dari model PBL ini adalah meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan siswa lain dalam kelompok dan memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah dalam situasi nyata yang pada akhirnya akan meningkatkan keterampilan sosial siswa. Akan tetapi dalam model PBL ini dibutuhkan kemampuan guru untuk memotivasi siswa dengan baik sehingga dapat mendoromg kerjasama siswa dalam kelompok secara efektif.

Baca juga:   Belajar Matematika dengan Klino Babe

Dengan keterampilan sosial yang baik akan menjadi dasar seseorang untuk berhubungan dengan orang lain. Keterampilan sosial membawa orang untuk lebih berani berbicara, mengungkapkan setiap perasaan atau permasalahan yang dihadapi. Penilaian keterampilan sosial dapat diambil guru ketika proses diskusi dan presentasi, dengan melakukan pengamatan baik secara individu maupun kelompok. Pada akhirnya keterampilan sosial akan sangat menentukan keberhasilan siswa dalam kehidupannya dalam masyarakat di masa depan. (ikd2/zal)

Guru Mapel IPS MTsN. 1 Kendal

Author

Populer

Lainnya