Belajar IPS lebih Antusias dengan Team Quiz

spot_img

RADARSEMARANG.ID, TUJUAN pendidikan nasional adalah mewujudkan manusia-manusia yang bertaqwa terhadap Tuhan YME secara lahir dan batin berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkannya adalah dengan melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbekal keterampilan Abad 21 yang disiapkan untuk membangun generasi emas 2045. Salah satu PPK adalah karakter nasionalisme. Unsur yang penting dalam kualitas karakter nasionalisme yaitu cinta tanah air, semangat kebangsaan, menghargai kebinekaan, demokrasi, rela berkorban, dan taat hukum. Sejarah mencatat perjuangan bangsa Indonesia dari masa ke masa. Siswa harus memahami perjuangan tersebut dengan harapan jiwa nasionalismenya tertanam dengan kuat sedini mungkin.
Salah satu kompetensi dasar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas IX adalah Indonesia dari masa kemerdekaan hingga masa reformasi. Siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Pegandon mengalami kejenuhan saat proses pembelajaran kompetensi dasar tersebut. Hal ini disebabkan oleh cakupan materi yang sangat luas dan didominasi hafalan.

Kompetensi dasar tersebut terdiri atas 5 pokok bahasan yaitu: 1) Masa Kemerdekaan (Tahun 1945-1950), 2) Masa Demokrasi Parlementer (Tahun 1950-1959), 3) Masa Demokrasi Terpimpin (Tahun 1959-1965), 4) Masa Orde Baru (Tahun 1966-1998), dan 5) Masa Reformasi (Tahun 1998-sekarang).

Baca juga:   Bangun Wawasan Lingkugan Siswa dengan Program Sekolah Hijau

Pokok bahasan masa kemerdekaan meliputi proklamasi kemerdekaan, terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, perkembangan politik, ekonomi, serta kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kemerdekaan. Pokok bahasan masa demokrasi parlementer, masa demokrasi terpimpin, masa orde baru, dan masa reformasi mencakup perkembangan politik, ekonomi, dan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa-masa tersebut.

Untuk mengatasi kejenuhan dan mengantisipasi cakupan kompetensi yang luas, guru menerapkan metode team quiz. Langkah-langkah pembelajaran dengan metode team quiz tidak sekadar mengedepankan hafalan. Siswa juga berperan sebagai subjek, bukan objek pembelajaran. Menurut Suprijono (2009:4) prinsip belajar adalah: 1) perubahan perilaku, 2) belajar merupakan proses, dan 3) belajar merupakan bentuk pengalaman.

Semua siswa memiliki Buku Siswa. Guru membagi kelas menjadi lima kelompok yaitu A, B, C, D, dan E. Kelompok A membahas tentang pokok bahasan pertama. Kelompok B membahas tentang pokok bahasan kedua, dan seterusnya. Selanjutnya guru memberi tahu kepada siswa tentang format penyampaian materi pokok bahasan. Waktu yang disediakan untuk menyampaikan materi maksimal sepuluh menit. Setelah penyampaian materi, kelompok A menyiapkan pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan materi yang baru saja disampaikan. Kelompok B, C, D, dan E menggunakan waktu ini untuk melihat lagi cacatan mereka. Kelompok A memberi pertanyaan kepada kelompok B. Jika kelompok B tidak dapat menjawab, lempar pertanyaan tersebut kepada kelompok C. Demikian seterusnya.

Baca juga:   Tutor Sebaya Mudahkan Siswa Praktik di Bengkel Pemesinan

Apabila tanya jawab kelompok A selesai, lanjutkan pokok bahasan kedua dan tunjuk kelompok B sebagai kelompok penanya. Siswa melakukan proses yang serupa dengan kegiatan sebelumnya. Pelajaran diakhiri dengan menyimpulkan tanya jawab dan penjelasan sekiranya ada pemahaman siswa yang keliru. Kelompok terbaik dari segi penyampaian, pertanyaan, dan jawaban akan mendapat penghargaan. Siswa berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik.

Siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Pegandon belajar IPS lebih antusias dengan team quiz. Terjadi peningkatan hasil belajar kompetensi tentang Indonesia dari masa kemerdekaan hingga masa reformasi. Dengan pemahaman dan pembelajaran bermakna, diharapkan karakter nasionalisme siswa semakin kuat. (ikd1/zal)

Guru IPS SMN 1 Pegandon, Kendal

Author

Populer

Lainnya