Pembelajaran Sistem Peredaran dengan Modul Berbasis DBUS

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MODUL Pembelajaran berbasis “Discovery Based Unity of Sciences (DBUS)” merupakan modul pembelajaran yang dilengkapi pemahaman konsep melalui kegiatan penugasan, diskusi, eksperimen dan presentasi, mengajak siswa memanfaatkan potensi lokal yang ada di sekitar lingkungan masyarakat maupun lingkungan sekitar sekolah. Siswa melakukan keterampilan berpikir kritis, materi disajikan secara konseptual dengan bahasa yang mudah dimengerti sehingga siswa lebih mudah memahami. Siswa dapat mengembangkan kreativitasnya dalam menyusun kegiatan pembelajaran untuk membangun konsep. Model pembelajaran DBUS kali ini penulis akan menyajikan contoh materi pada sistem peredaran darah yang merupakan materi Biologi di kelas XI SMA/ MA semester gasal. Seperti di Madrasah Aliyah Negeri Kendal. Di dalam modul dituliskan Kompetensi Dasar (KD), Indikator, Materi Pembelajaran dan Uji Kompetesi/Lembar soal. Adapun kegiatan siswa yang yang berbasis DBUS melalui tahapan sebagai berikut:

Pertama, stimulasi menggunakan kearifan lokal (stimulation using local wisdom), siswa diberikan penugasan secara berkelompok antara 4 sampai 5 orang untuk mencari informasi, misalnya “Carilah informasi orang yang sedang membutuhkan tranfusi darah, kemudian cocokkan dengan golongan darah anda dan apa yang dapat kamu lakukan dengan orang tersebut?” Uraikan pendapatmu bahwa orang yang rutin donor bisa selalu sehat dan manfaat apa saja jika seseorang rutin donor darah? dapat pula dengan “ Bagaimana pendapat anda tentang orang yang memakan dadih (darah yang dimasak) terkait dengan komposisi darah dan kaitanya dengan hukum islam?

Baca juga:   Dengan Bola, Mudah Pahami Cara Perpindahan Kalor

Kedua, identifikasi masalah (problem statement), dengan pertanyaan mengapa harus ada penggolongan darah? Bagaimana jika seseorang bergolongan darah A mendonorkan darahnya pada orang yang bergolongan darah B? Bagaimana jika seseorang dengan golongan darah AB menerima transfusi dari golongan darah O.

Ketiga, observasi dan mengumpulkan data (observation & data collection), dengan uji golongan darah sistem ABO dan sistem rhesus pada masing-masing siswa sehingga siswa memiliki ketrampilan secara langsung untuk membangun konsep pada yang kuat tentang tes penggolongan darah.

Keempat, siswa mengolah data (data processing), dengan cara mencatat setiap informasi yang didapatkan yang diperoleh dari masyarakat, para ahli, buku, koran, internet ataupun literatur yang lain dalam bentuk lembar pengamatan atau observasi, maupun dalam bentuk laporan kegiatan praktikum. Data yang didapat bisa berupa tabel, grafik, gambar ataupun dalam bentuk uraian kata/ kalimat.

Kelima, verifikasi berbasis pada agama (verification base on religion), merupakan studi kasus yang berkaitan dengan masalah keagamaan sebagi contoh “Bagaimana jika seseorang harus menerima trnsfusi dari orang yang berbeda agama? Bagaimana hukumnya seseorang yang memakan darah yang sudah di masak? Berikan argumentasi berdasarkan ayat Al Qur’an atau Hadist tentang kasus tersebut !

Baca juga:   Belajar Passive Voice dengan Metode Menyusun Kata

Keenam siswa melakukan diskusi secara kelompok dan menyimpulkan & kesadaran (generalization & awareness), siswa secara kelompok melakukan diskusi hasil penugasan informasi, eksperimen yang dilakukan serta hasil literasi dan mempresentasikan hasilnya dihadapan kelompok yang lain serta memberikan kelompok yang lain untuk menanggapinya, menyimpulkan hasil diskusi dan dituliskan dalam bentuk laporan kegiatan

Ketujuh meningkatkan keyakinan beragama pribadi Siswa (Personal religious beliefs), diakhir pembelajaran sistem peredaran darah berbasis DBUS diharapkan siswa telah memiliki tingkat ketrampilan yang baik dan meningkatnya keyakinan beragama yang lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai Sang Pencipta. (pgn1/zal)

Guru Biologi di Madrasah Aliyah Negeri Kendal

Author

Populer

Lainnya