Memahami Fungsi Transistor dengan Experimental Method

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DI salah satu materi ajar kelas X program keterampilan elektronika di MAN Kendal, disitu ada pembahasan tentang komponen aktif dan salah satu komponennya adalah transistor, untuk memahamkan anak akan fungsi transistor (salah satunya sebagai saklar) tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan namun harus menggunakan beberapa cara agar anak terfahamkan.

Agar anak cepat memehami fungsi transistor terutama sebagai saklar Metode percobaan (Experimental method) sangat tepat dipakai dalam proses pembelajaran. Menurut Syaiful Bahri Djamarah, (2000), Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang dilakukan lebih dari satu kali.

Beberapa kelebihan Metode percobaan dalam pembelajaran adalah 1) Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku. 2) Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi. 3) Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.

Baca juga:   Benda Cagar Budaya, Media Pembelajaran Lokal

Pada materi komponen aktif terutama transistor sebagai saklar penggunaan metode percobaan (Experimental method) dalam pembelajaran memberikan beberapa efek positif kepada siswa, pertama siswa paham bentuk fisik transistor yang memiliki 3 kaki elektroda, yaitu Basis (Dasar), Kolektor (Pengumpul) dan Emitor (Pemancar), kedua siswa dapat membuat sebuah rangkaian sederhana (sesuai job sheet yang disediakan pengajar) yang menunjukkan transistor berfungsi sebagai saklar, ketiga di dalam percobaan siswa dapat mencoba beberapa bahan/ komponen yang berbeda beda sebagai pemicu kerja transistor sebagai saklar sebagai contoh air, kaca, kayu, besi dan lain sebagainya sehingga siswa dapat menyimpulkan mana benda yang bersifat konduktor atau isolator, yang keempat siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri, yang kelima siswa juga dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Dengan eksperimn siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya.

Dari hasil pengamatan selama proses belajar mengajar, siswa sangat bersemangat dan antusias. Siswa lebih fokus ketika diberi penjelasan oleh guru. Hal ini karena siswa tidak lagi hanya membayangkan materi pelajaran, akan tetapi secara experiment (percobaan) siswa mencoba dan mengamati secara langsung cara kerja transistor sebagai saklar.

Baca juga:   Mengenal Negara - Negara Asean dengan Bermain Tebak Kata

Tentunya agar pemahaman siswa atas materi ini menjadi lebih baik lagi dan merata kesemua siswa, maka siswa diberi kesempatan untuk mendiskusikan secara kelompok terutama materi transistor sebagai saklar yang sudah dipraktikan (diujicobakan). Hal ini sangat membantu siswa yang mempunyai daya serap cenderung lamban. Dengan interaksi dan aktivitas belajar kelompok, siswa yang tadinya sungkan untuk bertanya kepada guru, bisa bertanya kepada temannya, sehingga kecepatan dalam memahami materi lebih mudah dicapai.

Pada akhirnya, pemahaman siswa tentang transistor sebagai saklar sangat memuaskan terbukti ketika anak disuruh tampil kedepan dan menjelaskan cara kerja transitor sebagai saklar sangat gamblang dan lancar, termasuk ketika menjawab atas pertanyaan teman-teman dan gurunya. Kesimpulanya bahwa metode percobaan (Experimental method) dapat meningkatkan pemahaman siswa terutama materi tentang transistor sebagai saklar. (pgn1/zal)

Guru Keterampilan Elektronika/ Teknik Audio Video MAN Kendal

Author

Populer

Lainnya