Menumbuhkan Sikap Sosial Religius Anak dengan Pembiasaan Infak

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Berbicara masalah pendidikan karakter serasa makanan sehari-hari di dunia pendidikan. Telah berbagai upaya dilakukan untuk menghaslkan karakter siswa yang baik. Salah satunya adalah dengan pendidikan agama di sekolah. Mereka diajarkan cara beribadah dengan benar, diajarkan bersosialisasi dengan baik. Karena pada dasarnya manusia mempunyai dua hubungan yang tidak boleh diabaikan, ada hubungan vertikal (dengan Allah) juga secara horizontal (dengan manusia) sebagai mahluk sosial.

Di dalam mengimplementasikan ajaran agama di sekolah dengan berbagai cara salah satunya adalah melaksanakan peringatan hari hari besar keagamaan. Mengeluarkan infak dan sedekah, santunan anak yatim dan lain sebagainya. Salah satu upaya tersebut dengan menumbuhkan kesadaran berinfak, seperti yang telah di ketahui bahwa berinfak, sedekah dan zakat adalah di anjurkan oleh agama.

Karena masih banyak kita jumpa anak tumbuh dan berkembang dengan kurang memiliki jiwa sosial, terutama sikap toleransi terhadap sesama. Anak menjadi kurang peka terhadap lingkungan sosial, jiwa sosial baru tergerak kalau ada bencana, jiwa sosial yang semakin berkurang akan menimbulkan keserakahan dan pada akhirnya akan menjadi generasi korupsi.

Baca juga:   PBL Tingkatkan Pembelajaran Efektif di Masa Pandemi

Infak dan sedekah adalah bagian dari ajaran agama Islam dan idealnya harus diperkenalkan kepada siswa sebagai bentuk pendidikan dini. Sayangnya infak dan sedekah ini tak jarang menjadi masalah dan dianggap pungutan liar di sekolah. Padahal apabila dilakukan berdasarkan syariat Islam dan ketentuan yang ada tidak mungkin akan menjadi masalah dan dianggap pungli.

Pada usia sekolah harusnya sudah mulai diajarkan kepada siswa tentang menerapkan ajaran agama Islam. Untuk itu infak dan sedekah juga harus diperkenalkan dan tidak boleh dilakukan pemaksaan dalam memberikan pemahaman atau mengajarkan kepada siswa.
Seperti halnya di SD Negeri Mlatiharjo 1, Kecamatan Gajah dengan mengadakan program infak untuk semua warga sekolah, anak anak diimbau menyisihkan sebagian uang jajan mereka untuk berinfak.

Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali dalam seminggu setiap hari Selasa dan Jumat sebesar seribu rupiah. Anak-anak harusnya dibiasakan untuk berinfak dan bersedekah sejak dni baik di sekolah maupun di rumah.
Bersedekah atau berinfak merupakan pemberian dari seorang muslim secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi waktu dan jumlahnya. Dari segi bentuknya sedekah sesungguhnya tidak dibatasi pemberian dalam bentuk uang. Tetapi sejumlah amalan kebaikan yang dilakukan seorang muslim juga termasuk sedekah.

Baca juga:   Guru Pembina Tunas Muda

Adapun kiat-kiat agar anak gemar dan tebiasa berinfak adalah pertama beri motivasi melalui ayat-ayat dan hadist tentang infak atau sedekah. Kedua memberi wawasan kepada anak melalui cerita kisah kisah sahabat rosulullah yang gemar menafkahkan hartanya. Ketiga biasakan anak berinfak sedini mungkin. Keempat berikan pujian atau hadiah sebagai bentuk apresiasi penghargaan. Kelima ajaklah anak melihat sendiri dan mengalami kehidupan yang sangat berbeda dengan kehidupan yang biasa ia jalani.

Dengan pebiasaan seperti ini sekaligus membangun karakter kita dalam kepedulian sosial, bergotong royong, ada nilai ibadah, meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa ada 3 hal yang kelak akan menemani kita yaitu ilmu yag bermanfaat, doa dari anak soleh dan amal jariyah.

Mari kita giatkan amalan sedekah jariyah untuk menghasilkan manusia yang cerdas secara intelaktual dan spiritual, generasi yang berkarakter dan berjiwa sosial. (pkl1/lis)

Guru SDN Mlatiharjo 1, Kecamatan Gajah, Demak

Author

Populer

Lainnya