Mengenal Potensi Negara di Dunia melalui Travelling The World Together

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Guru senantiasa dituntut agar mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan bagi siswanya. Sehingga guru harus mencari cara untuk mengelola kelas dengan berbagai macam metode yang dapat diterima dan berkesan bagi siswanya, harapannya adalah proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif, dinamis dan menyenangkan, tidak kalah pentingnya tujuan pembelajaran dapat tercapai. Pada pembelajaran IPS di kelas IX ini guru berusaha menciptakan situasi yang menyenangkan, agar para siswa tidak bosan dan jenuh. Guru tidak hanya menggunakan metode ceramah, tanya jawab saja, melainkan ada kolaborasi metode dalam pembelajaran.

Pembelajaran IPS pada kompetensi dasar (KD) Interaksi Antarnegara di Benua Asia dan Negara di benua lainnya, tepatnya materi Mengenal Potensi Negara-negara di Dunia kelas IX di SMP Negeri 2 Wonokerto anak diajak untuk lebih aktif melalui pembelajaran kooperatif learning yang dikemas melalui model pembelajaran yang diberi nama Travelling The World Together yang tentunya tetap mengacu pada kaidah pembelajaran kooperatif. Ada bebarapa alasan mengapa guru memilih metode ini antara lain untuk menciptakan suasana baru yaitu pembelajaran di luar kelas, mengaktifkan siswa dan mengajak siswa untuk lebih kritis menerima dan menyampaikan informasi kepada kelompoknya. seperti halnya yang disampaikan oleh Melvin L Silberman (2011:9) bahwa pembelajaran akif berarti siswa harus menggunakan otak, mengkaji gagasan, memecahkan masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajar aktif harus gesit, menyenangkan dan bersemangat dengan penuh gairah.

Baca juga:   Pemanfaatan Video Tingkatkan Pemahaman Siswa saat PJJ

Model pembelajaran yang disebut dengan Travelling The World Together dilakukan untuk dua kali pertemuan, melalui beberapa tahapan yaitu: pertama, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok secara acak, dan masing-masing diberikan sebuah kartu yang berisi nama negara (setiap kelompok menerima kartu dengan negara yang berbeda). Kedua, tiap kelompok yang telah menerima kartu tersebut diminta untuk mencari profil negara tersebut selengkap-lengkapnya melalui buku sumber maupun internet, yang kemudian di cetak. Informasi tersebut meliputi keadaan penduduk, ekonomi, politik, potensi alam, serta keunggulan lain yang dapat ditawarkan kepada negara lain. Informasi yang telah mereka peroleh kemudian mereka tuangkan dalam kelender bekas yang telah mereka bawa (sesuai instruksi dari guru pada pertemuan sebelumnya) yang digunakan sebagai media dalam menjelaskan pada tamu kenegaraan. Ketiga, ketua kelompok membagi tugas (job discription ) pada anggota kelompoknya, ada yang menjadi penyambut tamu kenegaraan dan ada yang menjadi tamu kenegaraan yang harus berkunjung ke negara lainnya.

Keempat, seluruh kelompok keluar ruangan mencari lokasi untuk kelompoknya, dan mulai melaksanakan tugas berupa berkeliling ke negara di dunia untuk melakukan kunjungan kenegaraan. Tamu kenegaraan akan disambut oleh tuan rumah atau penerima tamu negara yang bersangkutan, mereka akan dijelaskan data yang lengkap tentang negara yang mereka kunjungi, termasuk potensi yang paling besar di negara tersebut, tamu kenegaraan mencatat semua hasil kunjungan di setiap negara untuk melaporkan kepada kelompoknya. Dalam kunjungan ini siswa sangat antusias mereka bergaya seolah naik pesawat terbang ketika akan beralih ke negara lainnya, apalagi mereka akan mendapatkan suvenir dari negara yang mereka kunjungi. Kelima, setelah selesai kunjungan ke seluruh negara, utusan tamu kenegaraan akan kembali ke negara asalnya, mereka akan menjelaskan hasil kunjungan di setiap negara secara lengkap, termasuk apa saja yang ditawarkan oleh masing-masing negara dengan potensi yang dimiliki.

Baca juga:   Belajar Manajemen melalui Organisasi di Sekolah

Keenam, setiap kelompok membuat laporan perjalanan kenegaraan dan mempresentasikannya di depan kelas, tentunya dengan ditanggapi oleh kelompok lainnya. Ketujuh, guru memandu siswa mengambil kesimpulan, dan melakukan refleksi dalam pembelajaran dengan metode ini. Tak lupa sebelum mengakhiri pembelajaran guru memberikan latihan soal sebagai pengambilan nilai pengetahuan, selesai pembelajaran guru bersama siswa meneriakkan yel “Travelling The World Together, we are happy…” Dengan penggunaan metode ini terlihat jelas keaktifan seluruh siswa dalam pembelajaran. Mereka sangat antusias dan lebih mamahami materi. (pkl1/aro)

Guru IPS SMP Negeri 2 Wonokerto, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya