Peran Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya “BATU” Siswa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Memahami segala sesuatu memerlukan “BATU” yakni baca tulis (membaca dan menulis). Kemampuan membaca merupakan faktor yang telah dianggap penting dalam mengembangkan wawasan, pola pikir, dan pemahaman terhadap konteks kehidupan masyarakat, sedangkan menulis sebagai media untuk mengkomunikasikan ide atau gagasan kepada orang lain.
Namun, yang lebih jelas menulis dan membaca sama-sama untuk memperjelas dan memperangsang pikiran yang dimiki. Artinya akan mengembangkan pola pikir, membangun karakter, serta inovasi untuk generasi muda Indonesia.

Upaya pembudayaan kegemaran membaca dan menulis dilakukan melalui tiga jalur. Yaitu keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat. Dalam Undang-Undang Nomor 43 T2007 tentang Perpustakaan bab XIII pasal 28 ayat 1, melalui pengembangan dan pola pikir yang kritis mendukung kesiapan individu dalam melihat peluang dan menjawab tantangan di era global.

Pembudayaan kegemaran membaca dan menulis pada satuan pendidikan ditanamkan dan dilatih pada anak-anak sedini mungkin serta dilakukan secara berkelanjutan dalam kondisi yang kondusif, harmonis, dan komunikatif. Dukungan dalam kegemaran membaca dan menulis diperlukan kolaborasi antara keluarga, sekolah, komunitas, masyarakat dan pemerintah.

Baca juga:   Game Pass The Marker Tingkatkan Kekayaan Kosakata Siswa

Kemampuan membaca dan menulis peserta didik SDN 1 Bandengan masih sangat rendah. Terbukti setelah sekolah mengadakan lomba membaca dan menulis untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI peserta didik kelas III, kelas IV masih banyak yang belum bisa membaca dan menulis dan sebagian kecil kelas V. Membangun kebiasaan membaca dan menulis bukanlah hal mudah. Tidak cukup hanya membeli buku dan menyajikan di rak buku, namun bukan saja pekerjaan yang sulit untuk dilakukan pada era informasi seperti yang tengah terjadi sekarang ini, sumber informasi tersebar di mana-mana. Ironisnya minat baca peserta didik tetap saja rendah.

Sekolah merupakan peran penting dalam menunjang dan menciptakan kebiasaan belajar yang baik. Salah satunya dengan mengoptimalkan perpustakaan. Sedangkan perpustakaan SDN 1 Bandengan hanya mempunyai buku yang jumlahnya terbatas. Seperti yang dikemukakan Topandi H. Ismail yang dikutip Sinaga (2011:94) perpustakaan yang berfungsi secara efektif diharapkan mampu mewadahi dan dapat mengembangkan serta menyuburkan minat baca anak.

Usaha yang dilakukan kepala sekolah dalam mengembangkan budaya “BATU” di SDN 1 Bandengan adalah: mengajak semua guru untuk mengadakan pembiasaan membaca dan menulis bagi peserta didik setiap hari 15 menit sebelum mulai pembelajaran.

Baca juga:   Games Belajar Bahasa Inggris di Kelas

Bekerja sama dengan perpustakaan daerah yang mempunyai buku lengkap, dengan membuat surat permohonan meminjam sejumlah buku dengan judul yang menarik bagi peserta didik. Mengajak peserta didik datang ke gedung perpustakaan perpustakaan daerah selesai jam pelajaran.

Dengan adanya buku yang beragam itu, terutama buku cergam yang banyak diminati peserta didik ternyata mendorong minat peserta didik untuk membaca dan menulis. Melihat perkembangan minat baca dan tulis peserta didik diharapkan turut mendorong minatnya untuk memperdalam ilmu dan pengetahuan serat kebudayaan pada umumnya. Sehingga dari kesukaan membaca dan menulis diharapkan menjadi gemar belajar.

Usaha keras yang didukung semua pihak mulai terlihat hasilnya. Antara lain peserta didik menjadi menyukai membaca dan menulis. Peserta didik yang belum bisa membaca dan menulis, lambat laun bisa membaca dan menulis. Meningkatnya prestasi belajar peserta didik. (ikd2/lis)

Kepala SDN 1 Bandengan, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya