Metode Two Stay To Stray Tingkatkan Keterampilan Berbicara

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN Bahasa Inggris seharusnya menjadi mata pelajaran favorit dikalangan peserta didik. Namun hal tersebut tidak terjadi pada peserta didik di SMPN 3 Pegandon, Kendal. Meskipun mereka mengetahui bahwa bahasa Inggris merupakan alat komunikasi Internasional. Mata pelajaran Bahasa Inggris masih dipandang sulit baginya, khususnya dalam keterampilan berbicara. Hal ini karena berbagai alasan seperti rendahnya perbendaharaan kata dalam bahasa Inggris, kurang termotivasi untuk berlatih mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris, dan strategi pembelajarannya kurang menarik.

Pembelajaran monoton, tidak menarik, dan kurang bervariasi ikut mempengaruhi rendahnya minat, keinginan, dan antusias peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Guru perlu mengembangkan stategi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan di kelas dituntut untuk lebih mengasikkan dan menyenangkan. Untuk mengelola kemauan peserta didik tidaklah mudah, guru harus mampu memilih metode pembelajaran yang tepat dan menyenangkan.

Untuk menyambut tantangan tersebut saya memberikan alternatif memilih metode Two Stay Two Stray atau metode Dua Tinggal Dua Tamu untuk meningkatkan kemampuan keterampilan berbicara bahasa Inggris. Khususnya kemampuan mendeskripsikan orang, binatang, benda, dan juga objek tertentu di lingkungan peserta didik.

Baca juga:   Role Playing untuk Penanaman Konsep Nilai Juang dalam Proses Perumusan Pancasila

Pembelajaran dengan metode Two Stay Two Stray diawali dengan langkah- langkah sebagai berikut: (1) pembagian kelompok-kelompok, (2) setelah kelompok terbentuk, guru memberikan tugas berupa permasalahan-permasalahan yang harus peserta didik diskusikan jawabannya, (3) setelah diskusi antar kelompok usai, dua orang dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya untuk bertamu kepada kelompok lain, tamu boleh mengajukan pertanyaan terkait hasil diskusi kelompok dengan rilek, dan penerima tamu merespon pertanyaan tamu dengan enjoy pula, (4) anggota kelompok yang tidak mendapat tugas sebagai duta (tamu) mempunyai kewajiban menerima tamu dari suatu kelompok dan tugasnya adalah menyajikan hasil diskusi atau kerja kelompoknya kepada tamu tersebut dan menjelaskannya ketika tamunya bertanya (5) dua orang yang bertugas sebagai tamu diwajibkan bertamu kepada semua kelompok dan jika mereka telah usai menunaikan tugasnya, mereka kembali ke kelompoknya masing-masing, (6) setelah yang bertugas sebagai tamu kembali kekelompok asal, mereka menyampaikan laporan hasil informasi yang diperoleh dari kelompok lain kepada kelompoknya, (7) kelompok mencocokkan dengan hasil kerja kelompok awal dan membahas hasil kerja yang telah mereka tunaikan untuk dipresentasikan. Pada saat peserta didik presentasi, guru memberikan penilaian, dan setelah semua kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dengan penuh semangat, guru menyimpulkan dan memberikan reward (penghargaan) kepada kelompok terbaik.

Baca juga:   Personal Approach Solusi Mengatasi PJJ Prakarya

Dari penjelasan tersebut, pemilihan metode Two Stay Two
Stray dapat menciptakan suasana belajar asik dan menyenangkan serta membuat peserta didik tertarik dan termotivasi untuk belajar berbicara dengan bahasa Inggris.

Metode ini sesuai untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMPN 3 Pegandon dari aspek keaktifan, kreativitas, dan semangat dengan kategori baik dan sangat baik bagi peserta didik maupun gurunya. (ikd1/zal)

Guru Bahasa Inggris, SMPN 3 Pegandon, Kendal

Author

Populer

Lainnya