Ganti PR Biasa dengan PR Berbuat baik

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEKERJAAN Rumah (PR) merupakan sesuatu yang menarik untuk diperbincangkan dalam dunia pendidikan karena PR merupakan bagian dari proses pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas, siswa menyerap materi yang disajikan guru masing-masing siswa memiliki kemampuan menyerap materi beragam. Ada yang diterangkan sekali langsung paham, tetapi ada yang dijelaskan berkali-kali belum paham juga. Untuk memenuhi kriteria minimal dalam proses kegiatan pembelajaran, guru masih berharap agar materi yang disampaikan dapat dipahami oleh siswa maka guru memberikan tugas yang dikerjakan di rumah dan selanjutnya disebut PR.

PR adalah tugas mandiri terstruktur yang diberikan guru untuk dikerjakan di rumah sebagai latihan tambahan (Wikipedia, akses 18 Mei 2020 pukul 10.00). PR adalah tugas yang diberikan guru, dikerjakan di rumah bertujuan untuk lebih mendalami materi yang disajikan guru sehingga siswa paham materi yang disampaikan oleh guru. Namun PR akademik yang selama ini dikenal, guru akan memberikan PR dalam jumlah banyak. Dengan harapan, siswa paham dan dapat menyelesaikan tugas. Akan tetapi yang terjadi, siswa bingung, orang tuapun belum tentu bisa membantu, yang terjadi siswa terbebani tugas, tidak maksimal dalam mengerjakan tugas. Bukan paham, yang terjadi, justru siswa menjadi enggan mengerjakan PR. Karena itu membosankan dan membebani siswa. Jumlah tugas banyak akan mengurangi waktu bermain. Siswa lebih suka bermain daripada mengerjakan PR. Makanya, bila pagi hari sebelum pelajaran dimulai, guru menanyakan PR atau tugas, banyak siswa yang belum mengerjakan. Bahkan masih ada usaha untuk mengerjakan tugas tersebut pagi hari dan meniru milik teman menghadapi situasi seperti ini.

Baca juga:   Rekayasa Pendidikan¬† untuk Pembentukan Karakter Generasi Abad 21

Maka penulis berinisiatif mengganti PR biasa dengan PR berbuat baik di SD 1 Wirosari Patean Kendal. Tujuan awal penulis adalah memberikan keleluasaan siswa untuk bermain sambil belajar. Misal jumlah PR ada 10 soal, siswa diberi keleluasaan untuk mengerjakan secara acak tidak harus urut, berkreasi dan lebih peka berbagi dalam lingkungan sosialnya. PR dikerjakan berkelompok dan saling membantu. Beban mengerjakan tugas terkurangi, karena ada kerjasama antarkelompok. Diharapkan siswa mendapatkan ruang gerak untuk berkreasi memilih soal untuk dikerjakan yang dikuasai terlebih dahulu. Soal yang dianggap sulit didiskusikan bersama kelompok. Memilih sesuatu yang disukai dan mengasah kepekaan emosi agar selalu berpikir positif. Peka terhadap apa yang dijumpai dan melakukan yang terbaik. Sehingga siswa lebih bertanggung jawab dan siap untuk mempresentasikan tugas yang telah dikerjakan dan akan melaporkan pada guru bila menemui kesulitan.

Setelah diberlakukan PR berbuat baik, siswa selalu ceria belajar tanpa beban. Terjalin hubungan yang baik antarteman, saling membantu, bertanggung jawab dan mau bertanya bila menemui kesulitan. Pandai mengatur waktu, belajar mengatasi masalah (bagi siswa), dan bagi guru materi pelajaran yang disampaikan tuntas tujuan pembelajaran terpenuhi, memperoleh nilai tugas, dan siap untuk lanjut ke materi selanjutnya. Lebih utama, pendidikan karakter dapat terpenuhi. (gml2/ida)

Baca juga:   Pembinaan Karakter Kerja Industri dalam Pembelajaran Praktik Kejuruan

Kepala SD 1 Wirosari Patean Kendal

Author

Populer

Lainnya