Belajar Kondisi Masyarakat pada Masa Penjajahan dengan Index Card Match

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Semua orang pasti setuju jika pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk membantu seseorang mencapai kesuksesannya. Meskipun sebenarnya pendidikan bukanlah satu-satunya hal yang menentukan keberhasilan tersebut. Pendidikan pada dasarnya merupakan usaha manusia untuk meningkatkan ilmu pengetahuan baik yang didapat dari lembaga formal maupun informal.
Salah satu permasalahan dalam pendidikan adalah proses pembelajaran yang masih lemah. Tidak semua guru memahami bahwa tujuan utama pembelajaran adalah untuk mengaktifkan potensi peserta didik. Sehingga peserta didik mampu mencari tahu dan menerapkan pengetahuan pada sebuah ketrampilan untuk membangun sikap mereka.

Kenyataan menunjukkan masih banyak guru yang belum sepenuhnya memahami dan mengimplemantasikan pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi dan kemampuan peserta didik secara maksimal.

Berdasar pengalaman penulis mengajar IPS di kelas VIII B SMP Negeri 3 Kendal pada materi kondisi masyarakat Indonesia pada masa penjajahan, siswa beranggapan materi ini merupakan identik dengan menghafal sehingga menjadikan siswa malas untuk mempelajarinya.
Kurangnya minat membaca, siswa tidak tertarik, acuh tak acuh, siswa bercakap-cakap dengan teman sebangku, siswa gaduh dan sebagainya sehingga saat diajukan pertanyaan semua diam. Bahkan ada yang membaca kembali teks dan jawaban siswa ngawur dan tidak tepat sasaran. Oleh karena itu guru dituntut untuk bisa memberikan motivasi dan model pembelajaran yang menarik yang sesuai dengan kondisi belajar siswa.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Snowball Throwing pada Materi Daur Hidup Hewan

Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan upaya atau solusi yang tepat agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satunya dengan menerapkan pembelajaran yang tepat yaitu metode pembelajaran Index Card Match (ICM). Tipe Index Card Match (ICM) merupakan salah satu metode pembelajaran aktif bagian dari reviewing strategi (metode pengulangan). Strategi ini memberi kesempatan pada siswa untuk berpasangan dan memainkan kuis kepada kawan sekelas untuk menguji pengetahuan dan kemampuan terhadap apa yang telah mereka pelajari.

Langkah-langkah metode Index Card Match (ICM) pada materi kondisi masyarakat Indonesia pada masa penjajahan di kelas VIII B SMP Negeri 3 Kendal sebagai berikut : pertama membuat potongan kertas sejumlah siswa dan membagi kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama. Kedua sebagian ditulis pertanyaan dan sebagian ditulis jawaban dari pertanyaan yang dibuat. Ketiga kocok kertas-kertas pertanyaan dan jawaban sehingga bercampur. Keempat setiap siswa diberi satu kertas dengan terlebih dulu diberi penjelasan bahwa kegiatan ini adalah aktivitas berpasangan sehingga nanti siswa ada yang mendapat kertas pertanyaan dan ada yang mendapat kertas jawaban. Kelima siswa diminta menemukan pasangan dari kartu yang telah dibawanya dan jika sudah menemukan pasangannya mereka diminta duduk berdekatan.

Baca juga:   Penggunaan Games untuk Tingkatkan Minat Berbahasa Inggris

Keenam setelah siswa menemukan pasangan dan duduk berdekatan, guru meminta setiap pasangan secara bergantian membacakan pertanyaan yang diperoleh kepada teman-temannya yang lain. Selanjutnya pertanyaan tersebut dijawab oleh pasangannya. Ketujuh guru bersama siswa membuat kesimpulan.

Ternyata dengan menggunakan metode Index Card Match (ICM) dalam materi kondisi masyarakat Indonesia pada masa penjajahan di kelas VIII B SMP Negeri 3 Kendal dapat menumbuhkan kegembiraan dalam kegiatan belajar mengajar. Menjadikan siswa belajar aktif dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa sehingga mampu mencapai kriteria ketuntasan belajar. (ikd2/lis)

Guru SMP Negeri 3 Kendal

Author

Populer

Lainnya