Asyiknya Berwirausaha pada Pembelajaran Kegiatan Ekonomi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia, terutama pada peserta didik agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya yang berupa pengembangan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan diri yang berguna bagi bangsa, negara, dan masyarakat lingkungannya. Pada kurikulum 13 untuk melaksanakan pembelajaran ketrampilan yang berbasis lingkungan maka peserta didik diharapkan mampu menciptakan hasil produk secara sederhana.

Kurangnya respon siswa yang sering dijumpai pada pembelajaran IPS di kelas, terjadi karena belajar berdasarkan teori-teori. Sedangkan, guru yang mengajar kebanyakan dengan metode ceramah tanpa variasi sehingga siswa menjadi jenuh, membosankan, dan bahkan mengantuk.

Di SMP Negeri 1 Rowosari khususnya di kelas VIII minat siswa dalam pembelajaran IPS masih rendah. Hal ini dibuktikan setelah pembelajaran selesai siswa diberi pertanyaan yang dapat menjawab dengan benar hanya beberapa anak saja. Ketika ulangan mereka masih memperoleh hasil yang belum maksimal atau di bawah KKM.

Agar pembelajaran lebih mengasyikkan dan tidak membosankan maka perlu melibatkan siswa di dalamnya untuk berperan aktif pada materi Peran Pelaku Ekonomi dalam Suatu Perekonomian. Di sini diterapkan sistem pembelajaran dengan praktik belajar wirausaha,yang dilakukan secara berkelompok. Adapun langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut: Pertama, guru membagi kelompok, masing-masing kelompok terdiri 5 anak serta memberikan pengarahan dalam pembuatan laporan. Kedua, setiap kelompok memperoleh tugas sederhana yaitu membut produk makanan kecil. Ketiga, hasil pembuatan produk tersebut kemudian di kemas menjadi beberapa bungkus kemudian untuk dijual atau ditawarkan pada teman di kelas yang lain. Keempat, kelompok yang berhasil menawarkan hasil produknya dengan menjual lebih banyak akan memperoleh nilai lebih. Kelima, setiap kelompok membuat laporan yang berisi tentang: Pertama, Pengamatan penentuan faktor-faktor produksi (alam, modal, tenaga kerja, kewiusahaan) dari hasil produk yang dibuat oleh masing-masing kelompok, Kedua, Laporan hasil penjualan dengan penentuan harga bahan baku, jumlah hasil produk per unit, harga pokok per unit, harga jual dengan laba yang diinginkan per unit, laba yang diperoleh dari hasil penjualan. Adapun penjualan (penawaran) kepada kelas lain dilaksanakan saat jam istirahat supaya diharapkan tidak mengganggu pelajaran lain.

Baca juga:   Lingkungan Sekitar sebagai Modal Menulis Puisi

Dari kegiatan tersebut siswa sangat antusias sekali karena di samping belajar mereka juga akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan produknya. Sehingga dengan belajar praktek keterampilan tersebut diharapkan anak dapat mengalami langsung pembelajaran teori yang diwujudkan dengan praktik di sekolah. (ikd1/ton)

Guru IPS SMP Negeri 1 Rowosari Kendal

Author

Populer

Lainnya