ALGATIS Tingkatkan Motivasi Siswa Belajar IPA

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATA Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan saja tetapi juga merupakan proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya didalam kehidupan sehari-hari

Permendiknas no. 22 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, menjelas kan bahwa IPA berkaitan dengan cara memahami alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya sebatas penguasaan kumpulan pengetahuan (produk ilmu) yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja, tetapi lebih sebagai proses penemuan. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan lingkungannya, serta prospek pengembangan lebih lanjut dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Praktikum adalah pengalaman belajar dimana siswa berinteraksi dengan materi atau dengan sumber data sekunder untuk mengamati dan memahami dunia alam(Lunetta. dkk dalam Score,2008: 5). Metode praktikum adalah cara penyajian pelajaran dengan menggunakan percobaan. Dalam pelaksanaan metode ini siswa melakukan kegiatan yang mencakup pengendalian variabel, pengamatan, melibatkan pembanding atau kontrol, dan penggunaan alat-alat praktikum. Dalam proses belajar mengajar dengan metode praktikum ini siswa diberi kesempatan untuk melakukan sendiri.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Koloid Menggunakan Media TTS

Untuk menyampaikan pesan belajar dibutuhkan sebuah media pembelajaran agar pembelajaran yang berlangsung menjadi mudah dan menyenangkan siswa. Penggunaan media pembelajaran membantu guru dalam proses pembelajaran tetapi harus diperhatikan oleh guru sebelum menerapkannya dalam kelas. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA adalah alat peraga. Alat peraga yaitu alat pelengkap yang digunakan guru dalam berkomunikasi dengan para siswa. Alat peraga diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar. Pembelajaran menggunakan alat peraga berarti mengoptimalkan fungsi seluruh panca indra untuk meningkatkan efektivitas siswa belajar dengan cara mendengar, melihat, meraba, dan menggunakan pikirannya secara logis dan realistis.

ALGATIS merupakan Alat Peraga Praktis. ALGATIS sebagai alat pendukung dalam pembelajaran materi yang alat peraganya tidak tersedia di Laboratorium. Alat ini merupakan suatu kreativitas seorang guru yang nantinya bias diterapakan pada peserta didiknya. ALGATIS ini diharapkan sebagai wadah kreativitas guru dan meningkatkan keterampilan anak dalam memahami suatu materi sehingga nantinya pembelajaran akan lebih menarik.

Baca juga:   Pembelajaran IPA Berbasis Aktivitas

Beberapa contoh ALGATIS saya terapkan di SMPN 3 Pegandon pada pelajaran IPA yaitu: Dalam materi klasifikasi makhluk hidup siswa diminta menggunakan HP untuk mengambil gambar makhluk hidup yang ada di sekitar yang hasinya nanti di pakai untuk alat peraga. Dari hasil foto tersebut siswa secara berkelompok diminta untuk mengenali ciri-ciri benda berdasarkan persamaan dan perbedaannya. Gunting dan tempel dalam materi ekosistem. siswa menggunting dan menempel pada gambar makhluk hidup sehingga membentuk rantai makanan atau jaring-jaring makanan. Menguji vitamin C dengan betadin sebagai penganti yodium. Bahan-bahan seperti botol bekas air mineral, air, alkohol, pewarna, sedotan, dan spidol bekas bisa dipakai sebagi alat peraga praktis. Dengan antusias siswa mempraktekkan dalam kegiatan KBM. Walaupun dengan alat peraga sederhana terbentuk kreatifitas dalam belajar. Keinginantahuan siswa membuat pembelajaran ini lebih hidup dan menyenangkan. (ikd1/zal)

Guru IPA SMPN 3 Pegandon Kendal

Author

Populer

Lainnya