Peran Pegadaian bagi Masyarakat

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Menurut Kitab Undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150, gadai adalah hak yang diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak. Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang yang mempunyai utang atau oleh seorang lain atas nama orang yang mempunyai utang. Seorang yang berutang tersebut memberikan kekuasaan kepada orang berpiutang untuk menggunakan barang bergerak yang telah diserahkan untung melunasi utang apabila pihak yang berutang tidak dapat memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo.

Kata pegadaian tidak begitu asing pada masyarakat negeri ini, pada sebagian anggota masyarakat, terutama pada masyarakat yang tidak bankable atau kesulitan dalam mengakses pinjaman atau pembiayaan pada perbankan. Pegadaian dijadikan tumpuan untuk memperoleh dana dengan cepat.

Saya memperkenalkan kepada siswa SMAN 2 kelas X bagaimana cara mendapatkan uang yang cepat yaitu memperkenalkan materi pegadaian yang ada di UKBM 3.5. Pegadaian merupakan lembaga perekonomian yang lekat dengan masyarakat kelas menengah ke bawah. Hal ini dikarenakan kemudahan dalam mendapatkan pinjaman. Tanpa melalui prosedur yang rumit, seseorang akan mendapatkan sejumlah uang sesuai dengan nilai taksir agungannya. Hingga saat ini, pegadaian tetap konsisten memerankan dan mempertahankan misinya untuk membantu perekonomian masyarakat menengah ke bawah, dan turut serta berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas melalui penyediaan jasa keuangan berbasis gadai dan fidusia. Pegadaian merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor keuangan yang bergerak pada tiga lini bisnis perusahaan yaitu pembiayaan, emas, dan aneka jasa. Lalu, bagaimana dengan Pegadaian Syariah?

Baca juga:   MCKK Membuat Pembelajaran Lebih Seru

Dewasa ini, banyak yang mempertanyakan cara kerja Pegadaian oleh sebagian orang, halal atau haram. Demi menjawab pertanyaan yang meresahkan itu, Pegadaian membuka program syariah.

Pegadaian syariah menggunakan prinsip Islam yang bernama Rahn dan memiliki arti tetap atau lama. Prinsip Rahn ini menjadikan barang-barang berharga yang kita miliki menjadi punya nilai yang dapat dijadikan sebagai jaminan utang-piutang. Secara keseluruhan, pegadaian konvensional memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan syariah. Yang membedakan keduanya adalah cara pembayarannya. Pegadaian konvensional memberikan bunga kepada para nasabah yang ingin membayarkan angsuran.

Di bawah ini adalah beberapa produk pegadaian syariah terdekat yang bisa kamu jangkau untuk mendapat layanan gadai syariah lebih mudah. Pertama, Rahn, produk ini merupakan pinjaman dana dari pegadaian syariah yang dimulai Rp5.000.000 hingga Rp200.000.000 dengan menggunakan agunan per jaminan barang berharga seperti emas perhiasan, emas batangan, motor, mobil, laptop dan lain-lain. Kedua, Arrum Haji, bagi seorang Muslim yang mampu, melaksanakan ibadah haji adalah hal yang wajib dilakukan. Produk syariah ini hadir untuk memberikan solusi bagi muslim yang ingin melaksanakan haji namun tidak memiliki cukup uang. Pembiayaan haji ini menggunakan sistem gadai emas. Ketiga, Arrum BPKB & Emas, produk ini ditujukan untuk para pengembang usaha mikro atau usaha kecil yang ingin meminjam dana. Namun, pinjaman ini harus disertai dengan jaminan BPKB kendaraan atau emas yang anda miliki. (pgn2/ton)

Baca juga:   Cara Asyik Menghafal Rumus Volume Bangun Ruang dengan Pesan Berantai/Berbisik

Guru Ekonomi SMAN 2 Kendal

Author

Populer

Lainnya