Pembelajaran Lompat Jauh Mengasyikkan dengan Bermain

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Penjaskes merupakan pelajaran yang memiliki magnet sangat besar bagi siswa. Setiap minggu murid selalu menanti dan menunggu jadwal penjaskes dengan sangat antusias dan penuh semangat. Ini tidak lepas dari pembelajaran yang dilaksanakan dengan riang, gembira serta menyenangkan. Mereka dapat berteriak, berlari, dan mengekspresikan dirinya dengan leluasa.

Tetapi tidak menutup kemungkinan ada siswa yang tidak suka, cenderung malas pada pelajaran penjaskeskes. Ada anak yang tidak suka olahraga karena tidak menyukai materi yang dianggap sukar, gerakan yang kompleks sehingga sulit untuk dilakukan atau bahkan monoton.

Di sinilah peran guru dalam memberikan warna dalam setiap pembelajaran supaya tidak monoton dan membosankan. Variasi dan inovasi dalam menyampaikan materi selalu harus ditampilkan. Sehingga murid tidak bosan dan selalu merasa ada yang berbeda dalam setiap performence yang ditampilkan gurunya. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, salah satu langkah yang ditempuh guru adalah menggunakan pembelajaran dengan pendekatan metode bermain.

Sesuai tingkat perkembangan siswa di Sekolah Dasar (SD) pembelajaran lompat jauh dapat diberikan dalam bentuk permainan. Permainan dapat memberikan kesenangan maupun kegembiraan. Dalam setiap permainan murid dapat meluapkan emosi dan tenaga yang berlebih. Permainan yang dilakukan mengandung unsur fisik kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan, sedangkan psikis kaitannya dengan kejujuran dan emosi.

Baca juga:   Meningkatkan Kemampuan Lompat Jauh dengan Latihan Speed of Movement

Bentuk permainan yang diterapkan dalam pembelajaran lompat jauh dapat berupa perlombaan. Bentuk permainan dan perlombaan dapat disebut “agon”Rusli Lutan (1991: 5) .Adapun bentuk permainan atau perlombaan untuk pelajaran teknik lompat jauh bagi siswa SD menurut Yudha M. Saputra (2001: 15) ada 6 bentuk permainan dalam pembelajaran lompat jauh, bentuk permainan itu adalah melompati parit, melompat dengan iringan musik, lompat kardus, melompati ban sepeda, melompati teman, lomba lompat jauh.

Di SD Negeri Ngasinan sesuai situasi dan kondisi, bentuk permainan yang digunakan untuk pembelajaran lompat jauh metode bermain menggunakan ban sepeda bekas dan kardus.
Menggunakan ban sepeda bekas, bentuk permainan ini dilakukan dengan menempatkan ban sepeda bekas dengan jarak tertentu supaya siswa melompat ke dalam ban sepeda. Permainan ini dapat dikembangkan dalam bentuk kompetisi antarkelompok.
Model pembelajarannya sebagai berikut: berjalan melewati ban sepeda, berlari di atas ban sepeda. Engklek atau engkling di atas ban sepeda, berlari di atas ban sepeda dan diakhiri mendarat di atas matras.

Baca juga:   Matematika Dapat Membentuk Karakter Siswa dalam Menyelesaikan Masalah

Menggunakan kardus adalah upaya memanipulasi lingkungan sekitarnya sebagai alat untuk melakukan lompatan. Lompat kardus dapat dilakukan dengan cara melompati kardus-kardus yang diletakkan sedemikian rupa sehingga membentuk suatu tantangan kepada siswa untuk melompatinya.

Model pembelajarannya sebagai berikut lari melompati kardus, melompati kardus menumpu dan mendarat dua kaki bersama. Pembelajaran loncat jauh yang penuh dengan suasana keriangan dan kegembiraan bermain yang mempesona dengan berbagai macam variasi gerak, memungkinkan anak untuk menikmati seperti layaknya pada permainan olahraga lain.

Namun substansi pokok loncat jauh tetap terkandung di dalamnya, sehingga unsur variasi, irama, pengalaman atletik serta pengalaman kompetisi tetap terpelihara.
Pada kondisi akhir, melalui metode bermain secara signifikan dapat meningkatkan aktivitas dan keterampilan belajar lompat jauh siswa di SD Negeri Ngasinan, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. (pgn2/lis)

SDN Ngasinan, Weleri, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya