Pembelajaran Ekosistem Menyenangkan melalui Pendekatan JAS

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran di abad ke-21 ini, peserta didik tidak hanya dituntut memperoleh hasil belajar yang tinggi. Namun lebih menekankan pada pengembangan kemampuan kolaboratif, kreatif, komunikatif, dan berpikir kritis. Oleh karena itu, proses pembelajaran dengan metode ceramah, diskusi, studi literatur, dan penugasan tertulis perlu diubah.

Materi ekosistem kelas X tingkat SMA membahas mengenai komponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem, interaksi antar-komponen ekosistem, rantai makanan dan jaring-jaring makanan dalam ekosistem. Pembelajaran materi ekosistem ini lebih tepat dilaksanakan melalui kegiatan yang tidak hanya difokuskan pada usaha untuk meningkatkan hasil belajar, namun dilakukan untuk mengembangkan kemampuan kolaboratif, kreatif, komunikatif, dan berpikir kritis peserta didik.
Usaha untuk meningkatkan kemampuan kolaboratif, kreatif, komunikatif, dan berpikir kritis dalam pembelajaran materi ekosistem ini lebih tepat dilaksanakan melalui kegiatan observasi (pengamatan).

Peserta didik akan lebih mudah memahami konsep mengenai ekosistem, jika pembelajaran dilakukan secara nyata di lapangan melalui kegiatan pengamatan.

Salah satu kegiatan untuk mengamati ekosistem dapat dilakukan melalui pendekatan jelajah alam sekitar (JAS). Pendekatan JAS adalah pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan alam sekitar peserta didik, sebagai objek belajar biologi yang fenomenanya dipelajari melalui kerja ilmiah. Ciri dalam pendekatan JAS, pertama, pembelajaran dikaitkan dengan alam secara langsung maupun tidak langsung. Kedua, kegiatan berupa peramalan (prediksi), pengamatan, dan penjelasan. Ketiga, laporan dikomunikasikan secara lisan, tulisan, gambar, foto, atau audiovisual. Keempat, kegiatan pembelajaran dirancang secara menyenangkan untuk merangsang minat belajar secara lanjut (Alimah & Marianti, 2016). Pembelajaran yang menyenangkan dalam proses belajar mengajar akan lebih efektif bila dilakukan dalam situasi yang menyenangkan bagi peserta didik, sehingga berdampak pada semangat belajar peserta didik yang meningkat.
Pembelajaran materi ekosistem di kelas X MIPA MAN Kendal sangat cocok dilakukan melalui pendekatan JAS. Karena MAN Kendal memiliki lingkungan dan sumber daya alam di sekitar sekolah yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar.

Baca juga:   Go-Class dan Go-Form Memudahkan Peserta Didik Memahami Materi Turunan saat PJJ

Lingkungan di sekitar MAN Kendal berupa persawahan, sungai, kebun, dan juga halaman sekolah yang menghijau oleh berbagai jenis tumbuhan. Pembelajaran dilakukan secara berkelompok, dalam setiap kelompok terdiri atas 6 orang. Setiap kelompok tidak boleh memilih tempat JAS yang sama dengan kelompok lainnya. Masing-masing kelompok mengamati komponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem, interaksi antar-komponen ekosistem, rantai makanan dan jaring-jaring makanan dalam ekosistem.

Kemudian masing-masing kelompok membuat laporan kelompok (merupakan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif). Setiap kelompok mempresentasikan laporannya kepada kelompok lain di depan kelas, untuk berbagi dan saling tukar informasi tentang ekosistem yang telah diamati di lingkungannya masing-masing (merupakan kemampuan komunikatif dan kreatif).

Pada saat satu kelompok mempresentasikan laporannya, maka kelompok lain menanggapinya. Pada akhir kegiatan, guru memberikan saran-saran perbaikan atas laporan kelompok dan memberikan reward kepada kelompok yang paling baik, serta anggota kelompok paling aktif. Melalui pendekatan JAS, pembelajaran materi ekosistem di kelas X MIPA MAN Kendal lebih menyenangkan bagi peserta didik, sehingga berdampak pada semangat belajar peserta didik yang meningkat. (pgn1/lis)

Baca juga:   Asyiknya Mengenal Karakteristik ASEAN melalui Crossword Puzzle

Guru Biologi MAN Kendal

Author

Populer

Lainnya