Belajar Akuntansi dengan Pembelajaran Berpusat pada Siswa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran akuntansi sering dipandang sebagai mata pelajaran yang sulit sehingga kurang diminati oleh sebagian siswa karena selalu menggunakan analisa yang tinggi dalam memasukkan angka-angka pada akun-akun yang sesuai dengan transaksi atau soal. Hal ini berdampak pada berkurangnya minat siswa MAN Kendal kelas XII IPS dalam memilih mata pelajaran ekonomi sebagai mata pelajaran pilihan dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Pengelolaan guru terhadap pembelajaran akuntansi harus dapat membuat siswa lebih termotivasi dan menarik siswa lebih menyukai mata pelajaran akuntansi. Guru mata pelajaran ekonomi dalam memberikan materi pembelajaran khususnya akuntansi harus menarik tidak hanya menggunakan metode ceramah, tetapi menggunakan pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Seperti model pembelajaran kooperatif, model problem based learning (PBL), strategi inquiry, pemecahan masalah, discovery inquiry. Semuanya merupakan model pembelajaran yang menggunakan paradigma konstruktivisme dan pendekatan belajar berpusat pada peserta didik.

Kegiatan berpikir kritis tercakup dalam kegiatan menganalisa, mengevaluasi, dan mencipta sebagaimana tercakup dalam Taksonomi Bloom. Pembelajaran berpusat pada peserta didik mencakup prinsip-prinsip: pertama, pada proses pembelajaran peserta didik didorong untuk berpartisipasi aktif menggunakan kemampuan kognitif dan psikomotorik; kedua, peserta didik didorong untuk mengkonstruksi pengetahuan melalui data, fakta atau teori yang terkait, dengan memahami materi bukan menghafalkannya; ketiga, materi yang dipelajari diupayakan terkait dengan kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik mempunyai pengetahuan awal yang cukup untuk membangun konsep; keempat pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik berpikir kritis menggunakan logika dan mengaitkan antarkonsep yang telah dimiliki; kelima, pengajar perlu memberikan kesempatan kepada peserta didik melakukan refleksi terhadap materi yang dipahami peserta didik. Sedangkan guru dapat melakukan penilaian berkelanjutan dan memfasilitasi kebutuhan peserta didik agar terjadi proses belajar.

Baca juga:   Atasi Masalah Siswa selama Pandemi lewat Konseling Virtual

Permasalahan pembelajaran akuntansi di MAN Kendal kelas XII jurusan ilmu Pengetahuan sosial (Peminatan) perlu segera diatasi. Banyak cara yang dapat dikerjakan oleh guru mata pelajaran ekonomi dalam proses pembelajaran yang dapat menarik siswa kelas XII IPS MAN Kendal sehingga siswa merasa nyaman, dan senang belajar akuntansi. Pembelajaran akuntansi yang penulis lakukan menggunakan metode pembelaran yang berpusat pada siswa seperti tugas kelompok dan diskusi, di mana siswa dalam satu kelas dikelompokkan menjadi 6 kelompok, satu kelompok beranggotakan antar 4 sampai 5 anak. Setelah guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, selanjutnya siswa membaca buku paket bab yang ditunjuk oleh guru sesuai indikator yang sedang diajarka selama 15 menit (literasi). Selanjutnya siswa diberi Lembar Kerja Siswa untuk didiskusikan dan dikerjakan bersama dengan kelompoknya. Dari hasil diskusi dan kerja kelompok siswa di wajibkan mengerjakan hasil pekerjaan nya secara individu, kemudian dikumpulkan untuk dilakukan penilaian oleh guru. Pada akhir pembelajaran guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi dan guru menutup pelajaran dengan salam. (pgn1/ton)

Baca juga:   Belajar Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan Lebih Mudah dengan Video

Guru Ekonomi MAN Kendal

Author

Populer

Lainnya