Model Think Pair Share Meningkatkan Keterampilan Menulis Narrative Text

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tingkat literasi mencakup performative, functional, informational, dan epistemic. Pada tingkat performative, peserta didik mampu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan. Pada tingkat functional, orang mampu menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar, manual atau petunjuk. Pada tingkat informational, orang mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa, sedangkan pada tingkat epistemic orang mampu mengungkapkan pengetahuan yang dimilikinya ke bahasa sasaran (Wells, 1987).

Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP meliputi: 1) kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional; 2) kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esai berbentuk procedure, descriptive, recount, narrative, dan report. Gradasi bahan ajar tampak dalam penggunaan kosakata, tata bahasa, dan langkah-langkah retorika; 3) kompetensi pendukung, yakni kompetensi linguistik (menggunakan tata bahasa dan kosakata, tata bunyi, tata tulis), kompetensi sosio-kultural (menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam berbagai konteks komunikasi), kompetensi strategi (mengatasi masalah yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar komunikasi tetap berlangsung), dan kompetensi pembentuk wacana (menggunakan piranti pembentuk wacana).

Baca juga:   Pembelajaran IPS dengan Model Pembelajaran Take and Give

Peneliti berkomitmen untuk memperbaiki strategi pembelajaran Bahasa Inggris demi meningkatkan speaking skill dan hasil belajar siswa Kelas IX-A, khususnya materi Narrative text. Berdasarkan program semester (promes) dan SK-KD Bahasa Inggris Kelas IX, pada semester gasal terdapat beberapa Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang masih mengkorelasikan kemampuan listening, speaking, reading serta writing, dengan materi Narrative text. Secara spesifik, sinergi antara aspek menulis (writing) dengan materi Narrative text terdapat pada KD No.3.7 dan 4.7.

Think Pair Share (TPS) adalah salah satu tipe dalam model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Frank Lyman bersama rekannya dari Universitas Maryland pada Tahun 1981. Trianto (2011:81) menyatakan bahwa TPS atau berpikir–berpasangan–berbagi merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi interaksi peserta didik, karena cenderung memberi penekanan pada penggunaan struktur tertentu. Arends (1997) menyatakan bahwa TPS merupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas, karena prosedur yang digunakan dapat memberi peserta didik lebih banyak waktu untuk berpikir, merespon dan saling membantu.

Baca juga:   Model Pembelajaran Blended Learning, Solusi Terbaik Menghadapi Era New Normal

Dari pelaksanaan perbaikan kelas ini ada peningkatan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode think pair share. Perbaikan pembelajaran melalui metode ini memberi dampak positif terhadap penggunaan materi dan secara otomatis keterampilan menulis siswa juga meningkat. Siswa dapat bekerja sama dengan kelompoknya, lebih dalam mengerjakan tugas. Metode ini juga dapat memupuk rasa tolong menolong yang tinggi terhadap temannya yang kurang menguasai materi pembelajaran. (pkl1/ton)

Guru SMP N 1 Kandeman

Author

Populer

Lainnya