Membatasi dan Melindungi Siswa dari Konten Negatif

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kita tidak asing lagi mendengar istilah internet. Hampir semua orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa atau bahkan lansia sekalipun sudah tak asing lagi dengan istilah tersebut. Bahkan hampir segala lini pekerjaan dalam kehidupan kita sehari-hari telah mengandalkan internet. Sudah bukan rahasia lagi untuk mencari segala solusi yang ada, jawaban di internet dengan bantuan “Mbah Google” semua akan terjawab, dari berita hingga memesan makanan, barang atau produk tertentu. Bahkan ketika memesan barang atau produk tertentu.
Keberadaan teknologi canggih ini sudah masuk ke rumah makan, warung dan tenpat-tempat rekreasi atau hiburan, tak jarang penyedia telah menyediakan “Hotspot Area” sehingga pelanggan akan asyik bermain perangkat mobile untuk mengakses internet.

Internet sangat dekat dengan siswa, di mana keberadaan internet digunakan bagi para siswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru ataupun sekadar mencari informasi yang dibutuhkan. Hal ini tentunya sangat riskan dan bahkan mengandung risiko siswa untuk mengakses situs-situs yang tidak cocok diakses oleh mereka. Kekhawatiran ini yang menimbulkan upaya bagaimana kita sebagai seorang guru atau pendidik untuk melindungi siswa dari konten-konten yang tidak pas di internet. Apalagi melihat usia mereka sangat kritis terhadap hal-hal yang baru dilihatnya.
Laboratorium komputer adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah yang berhubungan dengan ilmu komputer dan memiliki beberapa komputer dalam satu jaringan untuk penggunaan oleh kalangan tertentu. Dalam konteks ini, laboratorium merupakan sarana penunjang kegiatan siswa dalam proses belajar mengajar yang berhubungan dengan IT. Kegiatan pembelajaran di laboratorium komputer tentunya tidak terlepas dengan menggunakan internet sebagai sumber bacaan atau acuhan oleh siswa untuk mengerjakan tugas atau untuk mencari informasi yang berkaitan dengan tugas yang diberikan oleh guru.

Baca juga:   Tingkatkan Bahasa Inggris dengan Narsis

Pembelajaran di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Siwalan pada saat pembelajaran BTIK kadang pembelajaran tidak maksimal, dikarenakan saat diberikan dalam penyampaan materi dan tugas yang berhubungan dengan pencarian informasi di internet, banyak siswa yang melakukan kegiatan di luar yang ditugaskan oleh guru. Kadang siswa membuka situs-situs yang yang di luar pembelajaran seperti halnya membuka Youtube, membuka game online, Facebook dan lain-lain. Kegiatan siswa tidak bisa dipantau secara menyeluruh, bahkan ada siswa pada saat dipantau dilihat pekerjaan mereka situs atau web langsung ditutup. Hal ini yang menjadikan kerisauan, bahkan dikhawatirkan akan membka situs-situs yang berbau negatif pornografi. Untuk itulah di laboratorium komputer SMP Negeri 1 Siwalan menambahkan aplikasi dan perangkat yang memungkinkan dan bahkan memblokir situs yang tidak dianjurkan oleh siswa.

Pertama, pemantau dengan menggunakan aplikasi Classroom Spy Pro adalah salah satu perangkat lunak manajemen kelas adalah alat penting untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan produktivitas kelas. Aplikasi ini akan memantau semua aktivitas semua komputer siswa di kelas, mengontrol komputer, membatasi penggunaan internet, memblokir aplikasi, sehingga segala aktivitas siswa di dalam pembelajaran terpantau di layar komputer server bahkan kegiatan bisa direcord (direkam) pada saat itu.

Baca juga:   Serunya Belajar Bilangan Bulat dan Pecahan dengan Course Review Horay

Kedua, dengan menggunakan perangkat keras mikrotik. Mikrotik adalah merupakan sistem operasi berupa perangkat lunak yang digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router jaringan. Sistem operasi ini sangat cocok untuk keperluan administrasi jaringan komputer. Misalnya, untuk membangun sistem jaringan komputer skala kecil maupun besar. Di mana fungsi mikrotik salah satunya adalah untuk memblokir situs-situs yang mengandung konten terlarang menggunakan proxy di mikrotik dan juga situs-situs yang pada saat pembelajaran yang sering dibuka oleh siswa seperti halnya Facebook, Youtube, dan game online, sehingga dengan diblokir siswa akan fokus untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

Oleh karena itu, dengan menambahkan aplikasi Classroom Spy Pro dan penamabahan perangkat mikrotik akan membatasi akses siswa untuk membuka situs-situs negatif sehingga pembelajaran di laboratorium komputer akan lebih maksimal. (pkl1/aro)

Guru BTIK SMP Negeri 1 Siwalan, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya