Keterampilan Bermain Dribble Bola Basket dengan Metode KPK

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (Penjasorkes) pada dasarnya merupakan bagian menyeluruh dari sistem pendidikan. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus diarahkan pada pencapaian tujuan. Tujuan pembelajaran penjasorkes bukan hanya mengembangkan ranah jasmani saja, akan tetapi mengembangkan seluruh potensi siswa mulai dari aspek kognitif, afektif sampai psikomotor.

Selain itu, terdapat di dalamnya aspek kesehatan, keterampilan berpikir kritis, stabilitas emosional dan kematangan nalar. Di dalam pembelajaran penjasorkes di SMA Negeri 1 Bojong, Kabupaten Pekalongan kelas X. IPS.3 terdapat materi permainan dan olahraga bola besar, yaitu permainan bola basket. Adapun dalam proses pembelajaran basket terdapat teknik dasar, di antaranya dribble (menggiring bola). Menggiring bola merupakan suatu cara memantul – mantulkan bola ke lantai dengan satu atau dua tangan secara bergantian. Gerakan ini dilakukan dengan cara berjalan atau lari.

Ada satu hal penting yang harus diperhatikan yaitu sebisa mungkin mengontrol bola supaya tidak lepas atau tidak direbut oleh pemain lawan. Materi menggiring bola ada enam bagian, yaitu dengan menggiring bola tinggi, bola rendah, bola berputar, bola di antara dua kaki, bola di belakang dan bola menyilang. Permainan bola basket merupakan permainan yang sangat kompleks gerakannya. Dimana gerakannya harus efektif dan efesien yang didasari penguasaan teknik dasar yang baik, di antaranya menggiring bola.

Baca juga:   Evadikan Ampuh Memantau Pembelajaran Daring

Selama pembelajaran berlangsung terdapat kendala, terutama saat siswa putri melakukan gerakan menggiring bola. Kendalanya yaitu motivasi tinggi, tetapi tidak diiringi dengan rasa percaya diri. Sehingga pada kenyataannya akan berpengaruh pada proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan usaha yang segera agar tidak terjadi permasalahan yang berlarut – larut. Pemecahan permasalahan terdapat pada metode pembelajarannya. Metode pembelajaran yang dipakai yaitu KPK (kooperatif, percaya diri dan komando).

Kooperatif yaitu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada sikap prilaku bersama dalam kelompok kecil. Kekurangan metode ini jika tidak dikontrol dengan baik, maka siswa akan bermain sendiri di kelompoknya. Percaya diri yaitu suatu keyakinan yang membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai amacam tujuan yang diinginkan selama pembelajaran. Rasa percaya diri sangat berkontribusi terhadap proses pembelajaran bagi siswa. Karena akan mempermudah dalam mencerna materi.

Komando yaitu kegiatan pengajaran yang berpusat pada guru. Pada penerapannya metode ini digunakan sebagai pengantar dalam proses pembelajaran.Penggunaan metode dan bentuk latihan yang salah dapat mengakibatkan hasil yang tidak tepat. Keterpaduan ketiga metode tersebut akan berpengaruh besar terhadap proses pembelajaran terutama pada aspek keterampilan bermain dribble bola basket. (pkl1/aro)

Baca juga:   Demo Tugas Meningkatkan Kemampuan Dribble Bola Basket

Guru Penjasorkes SMA Negeri 1 Bojong, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya