Problem Solving Tingkatkan Pembelajaran Integrasi Nasional

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam pelajaran PPKn, salah satu kompetensi dasar mengenai integrasi nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Dengan banyaknya pulau atau suku membuat materi ini sangatlah penting. Rasa persatuan dan kesatuan wajib ditanamkan pada setiap warga negara Indonesia. Mulai bermunculannya paham radikalisme yang cenderung mengancam persatuan dan kesatuan NKRI mendorong perlunya pemahaman materi secara mendalam. Hal ini bertujuan untuk menangkal paham-paham radikalisme melalui pola pikir peserta didik yang didampingi guru pengampu.

Integrasi berasal dari bahasa Inggris, integrate artinya menyatupadukan, menggabungkan, mempersatukan. Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada pada suatu negara. Sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.

Kurang berminatnya siswa mempelajari materi integrasi nasional menyebabkan guru harus memiliki metode agar materi ini menjadi lebih mudah dipelajari. Guru berperan sebagai fasilisator dan pengelola kegiatan pembelajaran yang berada di kelas.
Sanjaya (2011, 23) mengatakan, “guru sebagai fasilisator berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran.“

Cogan (Winarno, 2013: 4) mengartikan pendidikan kewarganegaraan adalah suatu mata pelajaran dasar di sekolah yang dirancang untuk mempersiapkan warga negara muda, agar kelak setelah dewasa dapat berperan aktif dalam masyarakatnya.

Baca juga:   It’s Ok Model GQGA, Pembelajaran yang Mengasyikkan

Muchson AR & Samsuri (2013:87) mengartikan pendidikan kewarganegaraan sering dianggap sebagai representasi pendidikan moral. Mata pelajaran ini memilki visi yang khas bernuansa moral. Yakni terbentuknya warga negara yang baik (good citizen) dalam rangka nation and character building.

Mofit mengemukakan pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi sisiwa untuk belajar berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran (Depdiknas, 2000:12)

Metode problem solving merupakan cara yang paling tepat digunakan, karena dalam metode ini peserta didik diajak berpikir kritis. Sintaknya adalah menyajikan permasalah tertentu, membagi siswa secara berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau aturan yang disajikan. Siswa mengidentifkasi masalah, mengeksplorasi tentang masalah, menginvestigasi, menduga, dan akhirnya menemukan solusi. Dalam metode problem solving, peserta didik kelas X TKRO 1 dibagi menjadi kelompok yang masing-masing beranggotakan 6-7 peserta didik. Masing masing kelompok diberi tugas mencari video kejadian di masyarakat yang menyangkut integrasi nasional. Setelah itu secara berkelompok mendiskusikan masalah yang timbul pada video tersebut.. Mereka juga diminta mendiskusikan cara pemecahan permasalahannya. Hasil dari diskusi dibuat dalam bentuk presentasi, yang nantinya disampaikan di depan kelompok lain. Argumen yang muncul dan menjadi perdebatan pada akhirnya akan menghasilkan solusi masalah yang ditampilkan. Dapat diartikan keaktifan siswa akan selalu terpantau oleh guru. Guru pengajar akan lebih mudah membuat soal integrasi nasional dari masalah-masalah yang muncul dari akhir pembelajaran.

Baca juga:   Membangun Generasi Muda Sadar Lingkungan

Berdasarkan hasil tes setelah peserta didik X TKRO 1 melaksanakan pembelajaran integrasi nasional dengan metode problem solving, menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik. Baik dari segi sikap, pengetahuan dan ketrampilan dalam menyampaikan pendapat. (gml1/lis)

Guru PPKn SMKN 5 Semarang

Author

Populer

Lainnya