Pembelajaran Descriptive Text Menyenangkan melalui Window Shopping

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar adalah sebuah proses, cara perbuatan sehingga orang atau siswa belajar dan memperoleh ilmu pengetahuan. Atau belajar berarti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu (KBBI, 1989). Pembelajaran adalah suatu proses belajar mengajar yang merupakan keterpaduan antara kegiatan guru sebagai pengajar dan kegiatan siswa sebagai pelajar sehingga terjadi interaksi dalam situasi instruksional yang bersifat pengajaran Descriptive text adalah teks yang memberikan informasi tentang bagaimana sesuatu atau seseorang terlihat menggunakan kata-kata untuk menggambarkan sesuatu atau seseorang seperti apa. Kita lihat banyak orang suka pergi ke mal bukan untuk membeli tetapi hanya melihat-lihat barang sebagai sarana cuci mata atau rekreasi mengisi waktu luang. Kita mengenal kegiatan seperti itu dengan istilah window shopping.

Hal semacam ini membuat penulis mencoba menerapkannya dalam belajar mengajar di kelas VII SMPN 29 Semarang. Berangkat dari kata senang tentunya akan diharapkan memperoleh hasil yang maksimal. Metode window shopping sangat menarik bagi peserta didik dibandingkan dengan metode konvensional. Mereka bisa melakukan kegiatan perniagaan seperti orang jual beli produk.

Baca juga:   Pembelajaran Salat Khusyuk melalui Permainan Kartu Undian

Tahapan-tahapan yang dilakukan pada pembelajaran window shooping adalah penyampaian tujuan dan motivasi pada peserta didik tentang apa yang akan dipelajari. Motivasi dan stimulus berupa gambar, video serta kegiatan di lingkungan sekolah untuk mengarahkan mereka menuju materi yang akan dipelajari.

Langkah selanjutnya menyampaikan informasi kegiatan yang akan dilakukan dengan membentuk 8 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang. Kita siapkan daftar tempat yang akan dideskripsikan. Masing masing perwakilan kelompok diminta mengambil satu daftar tersebut secara acak. Kemudian mereka keluar kelas menuju tempat yang tertera di kertas yang mereka dapatkan. Mencatat apa yang mereka amati dan mendiskusikan benda binatang dan orang yang dilihat dengan kelompok masing masing selama 10 menit. Setelah selesai hasil catatan pengamatan ditempel di tempat yang sudah ditentukan dari kelompok 1 sampai 8 secara berurutan. Masing-masing perwakilan kelompok ditunjuk sebagai penjaga stan atau penjual. Mereka bertugas menjawab pertanyaan dari kelompok lain yang datang untuk berbelanja. Sedangkan 3 orang anggota yang lain bertugas sebagai pembeli ke kelompok lain dengan bertanya atau mungkin menyanggah terhadap pekerjaan kelompok lain dengan menulis daftar hadir kelompok di kertas yang disedikan di masing masing stan. Setiap stan boleh membuat tulisan yang menarik atau memberikan hiasan pada stannya sebagai daya pikat kelompok lain untuk berkunjung. Apabila pengunjung sangat puas terhadap penjelasan kelompok yang dikunjungi bisa memberikan reward berupa tanda bintang 5. Bintang 4 untuk penjelasan puas, 3 untuk penjelasan yang cukup. Dan 2 untuk penjelasan yang kurang.

Baca juga:   Kurikulum Prototipe Diterapkan Mulai 2022, Bagaimana Persiapan Sekolah?

Bintang 1 untuk penjelasan yang kurang memuaskan. Pada akhir kegiatan, dilakukan presentasi, diskusi kelas dan menghitung berapa banyak tanda bintang serta berapa kelompok yang datang.
Model pembelajaran ini menimbulkan keaktifan semua peserta didik dan kerja sama dalam kelompok. Menimbulkan karakter tanggung jawab terhadap catatan pengamatan kelompoknya. Melatih sikap toleransi peserta didik terhadap pertanyaan yang diajukan kelompok lain apabila mereka tidak setuju dengan hasil pengamatan kelompoknya. Hal yang terpenting bagi penulis adalah peserta didik senang dan paham terhadap materi yang kita sampaikan. (gml1/lis)

Guru Bahasa Inggris SMPN 29 Semarang

Author

Populer

Lainnya