Pupuk Nilai Persatuan Siswa di Lingkungan sekolah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, INDONESIA memiliki keberagaman yang sangat banyak baik, mulai dari suku, agama, bahasa dan lainnya. Semua itu, menjadi kekayaan Indonesia. Hal ini menjadikan sekolah di Indonesia memiliki banyak keberagaman. Dalam kelas saja, terdapat bermacam suku dan latar belakang keluarga yang berbeda–beda. Hal ini membutuhkan penumbuhan semangat persatuan dan kesatuan dalam lingkungan sekolah. Bayangkan jika di dalam sekolah tidak ada persatuan, tentu sekolah itu hanya akan ada perkelahian dan rasa ingin menang sendiri dalam suatu kelompok.

Persatuan harus dipupuk dari hal terkecil di sekolah. Apalagi sekolah merupakan sarana paling mudah untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan. Pemupukan itu bisa dilakukan secara rutin, sehingga secara tidak sadar memperkokoh bangunan nilai-nilai gotong royong, kerjasama dan persatuan dalam diri siswa.

Sebagaimana dinyatakan Syarbaini (2010:43) bahwa “Persatuan mengandung arti bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi.” Kesatuan adalah ke-Esaan, sifat tunggal atau keutuhan. MTs Negeri 2 Kendal merupakan madrasah yang memupuk rasa persatuan. Madrasah ini, mengajarkan pada setiap siswa untuk saling menghargai antarindividu. Karena hal ini secara tidak sadar, setiap siswa sudah memiliki semangat persatuan itu sendiri. Kegiatan yang madrasah lakukan contohnya kegiatan upacara bendera rutin. Kegiatan ini memerlukan persatuan yang kuat, karena tanpa adanya persatuan tidak akan bisa berjalan dengan baik. Kegiatan ini juga menjadi ajang siswa unjuk bakat masing-masing.

Baca juga:   Pemanfaatan Lingkungan Sekolah sebagai Sumber Belajar di Sekolah

Kegiatan lain yang dilakukan MTsN 2 Kendal untuk memupuk rasa persatuan ialah ketika siswa kelas IX melakukan karya wisata. Siswa diwajibkan mengumpulkan dana sendiri untuk berangkat karya wisata. Disini sekaligus diajarkan cara membangun rasa persatuan pada setiap individu yang dimulai dengan cara mengumpulkan dana. Pastinya selama mengumpulkan dana terdapat beberapa masalah, maka guru membimbing siswa agar dilakukan penyelesaian yang demokratis sehingga semakin meningkatkan rasa persatuan dalam kelas tersebut.

Tak hanya itu, guru juga membimbing siswa untuk meningkatkan kepedulian antarsiswa dengan cara saling tolong menolong jika ada teman atau warga lainnya butuh bantuan. Membangun prinsip berteman dengan siapa saja, tanpa membeda-bedakan, meski ada perbedaan. Ditanamkan bahwa perbedaan justru menjadi modal untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan siswa dalam kelas maupun dalam sekolah.

Tak hanya itu, persatuan dan kesatuan dapat dipupuk juga melalui kerjabakti membersihkan kelas bersama dengan teman-teman sekelas. Dengan begitu, perilaku bergotong royong dan kerja sama yang menumbuhkan sikap persatuan dan kesatuan dalam diri siswa.

Baca juga:   Pentingnya Unggah-Ungguh dalam Penguatan Karakter Siswa

Bahkan, ketika ada masalah muncul di dalam kelas, maka seluruh siswa dibimbing untuk berunding dan saling memberikan pendapat atau usulan. Setelah disepakati, maka masalah harus dianggap selesai tanpa perlu rasa emosi, dengki, dan lain-lain. Hal ini adalah upaya menumbumbuhkan rasa persatuan.

Selain itu, persatuan tak hanya bisa dipupuk dari sekolah, tapi juga melalui kegiatan di sekitar lingkungan. Kesimpulannya, ada banyak aspek dalam mempererat persatuan dan kesatuan di lingkungan madrasah khususnya di MTs Negeri 2 Kendal. Semua tersambung seperti rantai, sehingga persatuan dan kesatuan antarsiswa bisa tetap terjaga dengan baik. (pgn2/ida)

Guru PPKn MTs Negeri 2 Kendal

Author

Populer

Lainnya