BIDAK Permudah Belajar Prinsip Ekonomi Islam

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BERDASARKAN hasil pengamatan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) materi Prinsip Ekonomi Islam, penulis menemukan rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar siswa kurang fokus pada pembelajaran dan respon terhadap pertanyaan sangat kurang. Selain itu, perbedaan pengetahuan, kemampuan dan motivasi siswa dalam memahami materi juga sangat beragam. Diperparah dengan cakupan materi yang sangat komplek.
Untuk memecahkan permasalahan tersebut penulis mencoba menerapkan model pembelajaran yang dapat merangsang siswa aktif dan senang dalam belajar. Dengan begitu, siswa lebih mudah menguasai kompetensi yang akan dicapai dan hasil pembelajaran yang memuaskan.

Pada pertemuan pembelajaran berikutnya, penulis mencoba menerapkan model BIDAK (Bantuan Individual dalam Kelompok) atau Team Assisted Individualization adalah model pembelajaran yang mengombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individual, memanfaatkan perbedaan kemampuan individu dengan belajar kelompok. Siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil (4 sampai 5 siswa) yang heterogen dan diikuti pemberian bantuan secara individu bagi siswa yang memerlukannya. Dengan pembelajaran kelompok, diharapkan para siswa dapat meningkatkan pikiran kritisnya, kreatif, dan menumbuhkan rasa sosial yang tinggi (Suyitno, 2007:10).

Baca juga:   Telegram Voice Note Tingkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa

Langkah-langkah model BIDAK yaitu guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran secara individual; memberikan kuis secara individual kepada siswa untuk mendapatkan skor awal; membentuk beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa dengan kemampuan yang berbeda; hasil belajar siswa secara individual didiskusikan dalam kelompok; guru memfasilitasi siswa membuat rangkuman, mengarahkan, dan memberikan penegasan pada materi pembelajaran; guru memberikan kuis kepada siswa secara individual; guru memberi penghargaan pada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor awal ke skor kuis. Pada dasarnya model BIDAK ini lebih menekankan pada evaluasi siswa, setiap peseta didik mengerjakan tugas secara individu, tetapi nilainya akan disumbangkan untuk kelompok. (Slavin, 2005: 199).

Terpenting kelebihan dari metode ini adalah siswa yang lemah dapat terbantu menyelesaikan masalahnya. Sedangkan siswa yang pandai tetap dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilannya. Sehingga terbangun kerjasama yang baik antarsiswa dalam proses belajar mengajar. Bahkan terbangun tanggung jawab dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah. Hal ini tentu mengurangi kecemasan dan perasaan terisolasi, tapi terbangun keaktifan seluruh siswa yang lemah maupun yang pandai, lebih sama-sama percaya diri. Kendati begitu, tetap ada kelemahannya. Di antaranya membutuhkan waktu yang lama, nilai siswa yang pintar diperoleh atas prestasi kelompok.

Baca juga:   Pemanfaatan Google Sites dalam Pembelajaran Wish, Hope And Congratulation

Meski begitu, penerapan BIDAK dalam pembelajaran Prinsip Ekonomi Islam cukup membangun keterlibatan aktif semua siswa. Siswa yang berkemampuan lebih berperan sebagai tutor sebaya terhadap temannya yang berkemampuan kurang. Penerapannya mengandung unsur permainan sehingga cukup menyenangkan. Guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator. Pembelajaran terasa lebih mudah dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal. (pgn1/ida)

Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA Negeri 1 Kendal

Author

Populer

Lainnya