Asyiknya Bermain Rangkaian Separel dengan Metode Demonstrasi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah suatu ilmu pengetahuan yang sangat dekat dengan alam. Dalam konsep-konsepnya selalu berhubungan dengan fakta-fakta yang nyata. Belajar IPA bukan sekadar menghafalkan konsep dan prinsip IPA. Mata pelajaran IPA adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan ilmiah pada siswa. Pembelajaran IPA di sekolah lebih menekankan pada penguasaan kemampuan dasar kerja ilmiah atau keterampilan proses IPA, sehingga pembelajaran lebih bermakna.

Dalam pembelajaran IPA tentu akan membosankan jika guru menggunakan metode ceramah. Metode ini tidak akan menarik minat belajar siswa dalam proses belajar mengajar dan pembelajaran tentunya tidak akan bermakna.

Ketika saya menyampaikan materi mengenai listrik dengan menggunakan metode demonstrasi di SD Negeri Damarsari Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal, siswa banyak yang bertanya. Dibutuhkan kreativitas dari guru Sekolah Dasar terutama guru kelas untuk mengemas pembelajaran agar bisa menarik motivasi belajar siswa terutama ketika mempelajari pelajaran IPA.

Salah satu metode yang bias digunakan untuk menarik motivasi siswa belajar IPA adalah dengan demonstrasi. Menurut Daryanto (2013:38) metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Geografi dengan Model Discovery learning

Penggunaan rangkaian listrik adalah salah satu materi yang diajarkan dalam dunia pendidikan. Terlebih lagi listrik merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan oleh masayarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ibarat kata, kita tidak bisa hidup tanpa listrik. Sebelum pembelajaran, siswa sudah dipesan untuk membawa peralatan listik dari rumah misal kabel, baterai, papan kayu, lampu, vitting lampu,isolasi, saklar dan lain-lain. Siswa mengeluarkan peralatan listrik yang mereka bawa, kemudian peserta didik semakin bersemangat dalam proses pembelajaran yang berlangsung.

Siswa secara berkelompok membuat rangkaian separel (rangkaian seri dan paralel) sesuai LK (Lembar Kerja). Mereka asyik merangkai rangkaian listrik tersebut, seolah-olah mereka sedang bermain listrik. Setelah selesai merangkai mereka melakukan uji coba terhadap karyanya. Banyak siswa yang heran dengan hasil karyanya, ada lampu yang padam semua ketika saklar diputus, ada pula lampu yang menyala dan sebagian padam karena salah satu saklar diputus. Pembelajaran ini mengajak siswa untuk memahami pengertian rangkaian seri dan paralel serta perbedaan rangkaian tersebut. Siswa menjadi antusias, dan lebih kreatif dalam merangkai listrik. Secara langsung pembelajaran ini membantu siswa dalam menemukan konsep tentang rangkaian seri dan paralel.

Baca juga:   Serunya Belajar Jenis Sudut dengan Media Sarung Tangan

Seorang guru dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi informasi (TI) untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan. Melalui teknologi informasi ini memungkinkan guru dapat memilih media yang dianggap cocok dalam menunjang proses pembelajaran. Jangan sampai seorang guru gagap dalam menggunakan teknologi, karena guru harus dapat memberikan contoh kepada siswanya. (pgn2/ton)

Guru SD Negeri Damarsari Kec, Cepiring Kab. Kendal

Author

Populer

Lainnya