Pembelajaran STAD Meningkatkan Nilai Materi Salat Jama’ Qasar PAI

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Salah satu yang harus dimiliki seorang guru untuk meningkatkan kompetensi profesinya adalah memilih metode mengajar yang sesuai dengan materi pokok pembelajaran yang diajarkannya pada saat mentransfer ilmu ke hati siswa.

Hasil belajar siswa kelas VII H pada pelajaran PAI materi salat jama’ qasar yang mengikuti ulangan hanya 40 persen siswa yang tuntas. Masih ada 60 persen nilai siswa di bawah KKM atau belum tuntas. Penulis menganalisis penerapan metode STAD dapat meningkatkan kemampuan memahami salat jama’ dan qasar, salat adalah amal ibadah yang dinyatakan Allah Swt paling awal.

Menurut Sudjana (1999:25), hasil belajar pada dasarnya adalah perubahan tingkah laku atau keterampilan yang berupa pengetahuan, pemahaman sikap lain yang lewat serangkaian kegiatan membaca, mengamati, mendengar, meniru, menulis dan lain sebagainya, sebagai bentuk pengalaman individu dengan lingkungan.

Salat jama’ dan qasar merupakan aktivitas berkomunikasi langsung kepada Allah Swt seperti salat duhur dan azar digabung waktunya pada waktu duhur dilakukan pada duhur. Bacaan-bacaan dalam shalat adalah ucapan-ucapan yang bersangkut paut dengan hati untuk ingat kepada Allah Swt dan kepada apa yang diwajibkannya kepada kita. Seperti arti salat adalah doa, maka memang sebagian besar dari ucapan-ucapan yang bersangkut paut dengan bahasa hati untuk ingat kepada Allah Swt dan kepada apa yang diwajibkannya kepada kita. Doa untuk memohon hidayah dan petunjuk agar perjalanan hidup kita sejahtera dan bahagia dunia akhirat (Nasruddin Rozak, 1971: 180).

Baca juga:   Belajar PAI dengan Kartu Berpasangan

Pembelajaran kooperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan orang lain. Pembelajaran tersebut mempunyai tanggung jawab bersama, pembagian tugas, dan rasa senasib. Siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab.

Kooperatif adalah miniatur dari hidup bermasyarakat dan belajar menyadari kekurangan serta kelebihan masing-masing. Penulis memilih model pembelajaran kooperatif tipe STAD pendekatan koopertif learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi salat jama’ qasar.

Ada lima langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD : pertama materi pembelajaran dirancang secara kelompok sebelum menyajikan lembar kegiatan diskusi. Kedua, menetapkan siswa dalam kelompok. Jumlah siswa VII H SMP Negeri 34 Semarang ada 32 siswa maka ada 8 kelompok. Setiap anggota dalam satu kelompok ada 4 orang diambil dari tingkat hasil belajar rendah , sedang hingga hasil belajarnya tinggi sesuai dengan ranking.

Menentukan skor awal, penulis mengambil nilai skor yang dimiliki siswa pada nilai raport sebelumnya. Keempat kerja sama kelompok. Sebelum memulai pembelajaran kooperatif diawali dengan latihan-latihan kerja sama kelompok. Hal ini merupakan area kesempatan kelompok untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dan saling mengenal antar anggota kelompok.

Baca juga:   Belajar Luas Tabung Sangat Mudah dengan Pendekatan Kontekstual

Jadwal aktivitas STAD terdiri atas lima kegiatan pengajaran yang teratur. Yaitu penyampaian materi pelajaran salat jama’ qasar oleh guru, kerja kelompok, tes penghargaan kelompok dan laporan berkala kelas.

Model pembelajaran STAD yang diterapkan pada kelas VII H semester II tahun ajaran 2018/2019 SMP Negeri 34 Semarang pada materi salat jama’ qasar dapat meningkatkan hasil belajar PAI. Walaupun masih ada nilai di bawah KKM, namun secara klasikal sudah menunjukkan peningkatan haisl belajar 90 persen di atas KKM dengan model pembelajaran STAD tersebut. (gml1/lis)

Guru PAI dan Budi Pekerti SMP Negeri 34 Semarang

Author

Populer

Lainnya