MKW Identifikasi Tumbuhan di Kebun Sekolah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Metode karya wisata (MKW) adalah salah satu metode pembelajaran yang sengaja penulis pilih, sebagai guru mata pelajaran biologi bersama peserta didik di kelas X SMA Negeri 15 Kota Semarang. Didapati bahwa dalam materi Kingdom Plantae, kompetensi dasar 3.8 mengidentifikasikan tumbuhan berdasarkan ciri umum serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan. Kadangkala penulis mendapati peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi macam tumbuh-tumbuhan.
Tumbuhan yang ditemui sehari-hari, berperan dalam kehidupan sehari-hari ternyata tidak mampu diidentifikasi dengan baik. Misalnya macam-macam tumbuhan hias, tumbuhan sayur mayur, dan tumbuhan peneduh yang tangguh. Peserta didik merasa familiar, tapi tidak mampu mengidentifikasikan dengan benar, sesuai kaidah biologi.

Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis merasa butuh memilihkan metode pembelajaran yang tepat yang dapat menjadi solusinya. Maka dipilihlah metode karya wisata. Metode yang sederhana mengingat berbasis kegiatan outdoor, benar-benar dilakukan diluar kelas, namun juga tidak perlu keluar dari sekolah, karena semua berlangsung di kebun sekolah. MKW merupakan salah satu metode pembelajaran, yang menekankan pada sebuah atau suatu cara penguasaan bahan pelajaran oleh peserta didik, dengan jalan langsung bertemu objek belajar yang terdapat di luar kelas, atau dilingkungan kehidupannya. Tujuannya, agar peserta didik dapat secara nyata atau mengalami pengalaman belajar secara langsung (W.T.Bekti 160-161).

Baca juga:   Kuis PJJ Matematika di Masa Pandemi Covid-19

Langkah pembelajarannya, pPeserta didik kelas X diajak ke kebun sekolah, mengamati beaneka ragam tumbuhan yang ada di sekitar sekolah. Mereka dibagi dalam enam kelompok, mengingat dalam satu kelas terdapat tiga puluh enam peserta didik. Ada kelompok yang anggotanya ditentukan oleh penulis, ada yang tidak.

Hal ini tidak menjadi masalah karena memang karakteristik kelas ternyata tidak sama, dan peserta didik dalam karakteristiknya masing-masing pula. Ketika diajak keluar kelas, pada pertemuan terakhir di waktu lalu, penulis sudah mempersiapkan peserta didik. Dalam hal sedikit kesiapan teori, memperpadukan dengan lembar kerja yang sesuai, dan tentunya pengaturan waktu.

Durasi kegiatan belajar mengajar kelas X yang dalam setiap pertemuannya berlangsung tiga jam, ada empat puluh lima menit perjamnya. Dua jam kegiatan untuk melaksanakan metode karya wisata ini, dan satu jam berikutnya dilangsungkan diskusi kelas. Untuk membahas hasil karya wisata peserta didik selama identifikasi tumbuhan di kebun sekolah. Di SMA Negeri 15 Semarang, letak kebun sekolah berdekatan dengan laboratorium biologi, jadi kegiatan selama tiga jam terintegrasi di luar kelas peserta didik.

Baca juga:   Chatting Alternatif Mengatasi Malas Belajar Siswa saat PJJ

Setelah metode pembelajaran ini dilaksanakan, terdapat asesmen atau penilaian yang harus penulis lakukan. Penilaian diselesaikan dalam tiga jam kegiatan belajar mengajar tersebut. Dalam proses metode ini dilakukan, peserta didik menunjukkan kerja sama yang baik, antusiasme yang tinggi dan menuntaskan nilai melebihi kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan. Maka, MKW dinyatakan berhasil dalam mencapai tujuan, proses dan penilaian pembelajaran yang baik. (gml1/lis)

Guru Biologi SMA Negeri 15 Kota Semarang

Author

Populer

Lainnya